Jumat, 19 Maret 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 US Dollar = Rp.9125
 
Pemilu 2009
 
30/06/2008 - 10:39
PKS: Angket Pertaruhkan Citra DPR

INILAH.COM, Jakarta – Penggunaan hak angket soal kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai akan mempertaruhkan citra DPR sebagai wakil rakyat. Jika dijalankan untuk membongkar mafia BBM dari hulu ke hilir, ini akan memulihkan kepercayaan publik terhadap lembaga ini.

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Al Muzzammil Yusuf mengatakan, hak angket DPR soal kenaikan harga BBM juga bisa menjadi ukuran penting tentang baik-buruknya wajah atau citra DPR saat ini. "Minimal akan bisa memperbaiki kebijakan energi ke depan, baik yang terkait dengan BBM, gas, panas bumi, batu bara dan lain-lain," katanya di Jakarta, Senin (30/6).

Menurut dia, jika angket BBM menghasilnya sesuatu yang signifikan seperti sikap DPR yang kritis dan hasilnya konstruktif untuk memperbaiki kebijakan energi nasional, maka akan memperbaiki citra DPR secara umum. Akan tetapi kata, jika hak angket itu malah dimanfaatkan untuk sekadar position bargaining (posisi tawar) fraksi-fraksi dengan pemerintah guna kepentingan yang sempit kedua belah pihak, maka akan merusak citra DPR secara keseluruhan.

"Kita tak berharap hal ini terjadi. Karena ini bisa mendorong frustasi nasional, yang bisa menyulut kemarahan publik, sehingga mengancam Pemilu 2009 yang sudah sangat dekat," kata Ketua Departemen Politik dan Pertahanan DPP PKS yang juga anggota Komisi I DPR tu.

Sementara itu, secara terpisah, anggota FPKS lainnya, Wahyudin Munawir, mendesak pemerintah agar menyatakan kondisi 'darurat energi', mengingat problem kelistrikan yang semakin parah, implikasi kenaikan minyak mentah internasional dan BBM yang membuat kehidupan ekonomi bangsa semakin terpuruk. "Jelas ini harus dievaluasi dan diperbaiki," katanya.

Harga minyak dunia mulai melesat menembus batas US$ 140 per barel untuk pertama kalinya pada Kamis (26/6) pekan lalu. Pada Senin (30/6), harga minyak dunia diperdagangkan di atas US$ 141 per barel, menyusul rekor baru pada Jumat (27/6) pada US$ 142,99 per barel. Kenaikan harga minyak, yang sudah mencapai dua kali lipat dalam setahun terakhir sangat mengkhawatirkan pertumbuhan ekonomi dunia. [*/P1]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !