
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12841.4

(inilah.com/subekti)
INILAH.COM, Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melakukan pembagian modal kerja kepada kaum perempuan sebagai upaya memberdayakan kaum Hawa dengan paket senilai Rp 1-2 juta.
Ketua Departemen Pemberdayaan Wanita DPP PKS Dwi Septiawati Djafar mengatakan pembagian modal kerja ini selain untuk pemberdayaan perempuan juga untuk berusaha 'menjual' partai kepada masyarakat di segala lapisan.
"Dengan ini mungkin kita akan mencoba menjual partai kami dengan cara-cara yang benar dan tidak menipu," kata Dwi kepada
INILAH.COM, dalam acara pembagian modal kerja di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (6/7).
Dana Program Pembiayaan Modal Kerja untuk Perempuan (PMKP) ini, katanya, akan digerakkan di seluruh DPW PKS di Indonesia.
Ia menyebutkan bahwa satu paket dari PMKP ini senilai Rp 1-2 juta dan akan digulirkan per kelompok, dengan satu kelompok terdiri atas 6-8 orang.
Rencananya program ini diteruskan ke 67 DPD PKS di seluruh Indonesia.
Saat ditanya inti dari PMKP ini, Dwi menegaskan bahwa inti dari program ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga yang diawali dengan meningkatkan semangat pemberdayaan wanita.
Ketika didesak program ini sebagai sosialisasi kampanye, Dwi tak menampiknya. "Saya tidak munafik, ini memang untuk menjual partai kami," tandasnya.[L2]
Berita terkait tidak ada, silahkan klik tab 'Berita Lainnya' di atas
- HIPMI Pertegas Komitmen Industri Kecil
- Hatta Kukuhkan Pengurus DPP PAN 2010-2015
- Hatta: Demokrasi Kehilangan Makna
- Panser Mogok, Tol Jagorawi Macet Total
- Tolak PHK, Pers Tuntut Kebebasan Berserikat
- PPATK Cek Rekening Hatta Radjasa
- Kwik: Ragukan Data BPK, Parpol Dapat Tekanan
- Cetak Pemimpin Muda, HIPMI Gandeng Lemhanas
- AEPI, Lonceng Keruntuhan Mafia Berkeley
- Sukardi: Pansus Century Hanya Alat Tawar
- Dilupakan PAN, SB Getol Digilir Parpol
- Prabowo Pecat Desmon Jadi Sekretaris F Gerindra
- Posisi Politik Boediono-Sri Mulyani Sulit Selamat
- Lantik Pengurus Baru, PAN Lupakan SB
- Golkar: Kami Bisa Disambit!












