
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12841.4
INILAH.COM, Kairo - Mesir menahan sedikitnya 38 anggota Ikhwanul Muslimin (IM) menjelang pemilihan umum pada Minggu (13/9) untuk empat kursi parlemen, yang ikut diperebutkan kelompok itu.
Sumber di keamanan Mesir, Kamis (10/7) mengungkapkan, mereka ditahan dalam dua hari terahir di Kafr Sheikh di delta Nil dan di kota pelabuhan Iskandariyah, Mesir utara.
Jurubicara IM menyebut jumlah yang ditahan 44 orang dan menyatakan semua terjadi pada Rabu. Penahanan itu terjadi saat Mesir bersiap mengadakan pemilihan umum pada Minggu di Iskandariyah dan Kafr Sheikh untuk empat kursi parlemen, yang kosong sejak 2005.
Sumber keamanan menyatakan yang ditahan itu sudah ikut berkampanye untuk calon yang diajukan IM. Beberapa dituduh menjadi anggota kelompok terlarang, sedangkan yang lain dituduh merencanakan pawai umum tanpa izin.
Ikhwanul Muslimini menjadi kelompok oposisi terbesat merebut seperlima dari kursi di parlemen pada pemilihan umum 2005, yang diwarnai kekerasan.
Kelompok yang dinyatakan terlarang oleh pemerintah itu bercita-cita mengubah Mesir menjadi negara Islam lewat pemilihan umum.
Sejak pemungutan suara 2005 itu, pemerintah Mesir menghukum anggota penting IM lewat pengadilan tentara dan menangkap ribuan anggota serta pendukungnya. Pemerintah Mesir juga mencegah agar kelompok Islam mendapatkan lebih banyak posisi penting.
Sebelumnya polisi Mesir pada tengah April menangkap 34 orang dalam tawuran di luar mahkamah tentara, yang akan memberi putusan atas perkara anggota kelompok terlarang Persaudaraan Muslim.
Pejabat keamanan menyatakan polisi di luar pengadilan di Haikstep, timur laut Kairo, itu bentrok dengan keluarga 40 tersangka di pengadilan itu saat mereka memaksa masuk gedung tersebut.[*/L6]
Berita terkait tidak ada, silahkan klik tab 'Berita Lainnya' di atas
- Teken Kontrak Takkan Pakai
- Sst! Hitler Doyan Minum Viagra
- Reading, Kota dengan Bahasa Terbanyak
- PM Australia: Kami Bukan Bangsa Rasis!
- Yes! Korut Akhirnya Ingin Bebas Nuklir
- Tangkap Mantan Capres, Sri Lanka Dikecam
- MA Israel Dukung Penyelidikan Perang Gaza
- Sri Lanka Tangkap Mantan Capres
- RI Himbau Qatar Soal Perlindungan HAM
- 8.000 Perempuan di Kongo Diperkosa
- Pengedar Uang Palsu di Semarang Diringkus Polisi
- Iran Bangun 10 Pabrik Pengayaan Uranium
- China Desak Korut Rundingkan Nuklir
- Presiden Perempuan Pertama Kosta Rika
- PBNU Sambut Kedatangan Obama












