
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12841.4

(inilah.com/Abdul Rauf)
INILAH.COM, Madiun - Ketua MPR Hidayat Nurwahid menegaskan golput di Indonesia bukan merupakan suatu ancaman terhadap kelangsungan sebuah pelaksanaan pesta demokrasi. Sebab, potensi golput masih lebih rendah dibandingkan dengan yang mengikuti pesta demokrasi.
"Memang tidak salah jika masyarakat memilih golput pada salah satu pelaksanaan pesta demokrasi. Namun mereka yang golput harus bisa bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan," kata Hidayat di sela acara pemantapan kader PKS kota Madiun menjelang pelaksanaan Pilgub Jawa Timur dan Pilwali kota Madiun, Minggu (13/7).
Hidayat menyatakan, berdasarkan pantauan dan pengkajian yang dilakukan, alasan orang melakukan golput banyak disebabkan ikut-ikutan pemimpin yang berseberangan dengan calon yang telah ada. Selain itu golput juga disebabkan karena keinginan dari masyarakat itu sendiri akibat tidak sejalan dengan program yang ditawarkan.
"Selama ini angka golput masih lebih rendah dari angka partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi. Untuk itu kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk berfikir jernih dalam menentukan pilihan dan menggunakan hak pilihnya," ujar mantan Presiden PKS ini.
Lebih lanjut ia menjelaskan, setiap keputusan yang dipilih oleh masyarakat baik memilih golput maupun menyalurkan hak pilihnya pada sebuah pesta demokrasi harus bisa dipertanggung jawabkan. Dengan demikian pilihan dari masyarakat merupakan pilihan yang terbaik.
"Jika pemimpin yang dipilih tidak bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat maka pemilih juga harus ikut bertanggung jawab. Untuk itu dalam memilih seorang pemimpin harus betul-betul sesuai dengan hati nurani dan tidak ikut-ikutan," cetus Hidayat.
Keberadaan Hidayat di Madiun selain melakukan konsolidasi dengan internal PKS juga didaulat sebagai juru kampanye pasangan calon Gubernur Jawa Timur Sukarwo-Saifullah Yusuf (Karsa).[*/L6]
Berita terkait tidak ada, silahkan klik tab 'Berita Lainnya' di atas
- Hatta Kukuhkan Pengurus DPP PAN 2010-2015
- Hatta: Demokrasi Kehilangan Makna
- Panser Mogok, Tol Jagorawi Macet Total
- PPATK: Dana Century Mengalir ke 63 Bank
- Tolak PHK, Pers Tuntut Kebebasan Berserikat
- PPATK Cek Rekening Hatta Radjasa
- Kwik: Ragukan Data BPK, Parpol Dapat Tekanan
- Cetak Pemimpin Muda, HIPMI Gandeng Lemhanas
- AEPI, Lonceng Keruntuhan Mafia Berkeley
- Sukardi: Pansus Century Hanya Alat Tawar
- Dilupakan PAN, SB Getol Digilir Parpol
- Prabowo Pecat Desmon Jadi Sekretaris F Gerindra
- Posisi Politik Boediono-Sri Mulyani Sulit Selamat
- Lantik Pengurus Baru, PAN Lupakan SB
- Golkar: Kami Bisa Disambit!












