
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12841.4

(pks-kabtangerang.or.id)
INILAH.COM, Jakarta – Maraknya partai politik yang mengajukan calon anggota legislatif dari kalangan selebritas dalam Pemilu 2009 dinilai PKS sebagai bentuk ketidakpercayaan diri parpol tersebut. Bahkan, hal itu dinilai sebagai bentuk eksploitasi terhadap selebritas. Betulkah partai ini memang 'mengharamkan' hal tersebut?
"Saya khawatir selebriti hanya dimanfaatkan saja," ujar Jazuli Juwaini, anggota TPPN (Tim Pemenangan Pemilu Nasional) DPP PKS kepada INILAH.COM, Kamis (17/7), di gedung DPR.
Jazuli mengatakan, PKS pada hakikatnya tidak mempersoalkan latar belakang profesi caleg yang akan diusung. "Yang terpenting, caleg PKS sepakat dengan garis perjuangan partai," tegasnya.
Lebih lanjut, mantan calon bupati Tangerang itu memastikan, untuk daerah pemilihan DKI dan Jawa Barat, PKS tidak memiliki caleg yang berasal dari kalangan selebritas. Walaupun begitu, ia tak menampik bahwa ada juga kalangan selebritas yang memiliki kualitas yang bagus.
PKS memang tak memiliki caleg yang berasal dari kalangan selebritas. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa partai yang mayoritas anggotanya berasal dari kalangan muda ini pada sejumlah pilkada sempat mengusung selebritas sebagai kandidatnya.
Sebut saja ketika pada Pilgub Banten 2006, PKS sempat mengusung aktris Marissa Haque sebagai cawagub berpasangan dengan Zulkieflimansyah, walaupun gagal. Begitu juga ketika pada Pilgub Jawa Barat, partai ini mengusung aktor Dede Yusuf sebagai cawagub berpasangan dengan Ahmad Heryawan, yang meraih kemenangan secara mengejutkan.
Bahkan pada Pilgub Sumatera Selatan yang akan digelar 4 September mendatang, partai itu akan mengusung Helmi Yahya sebagai cawagub yang berpasangan dengan Syahrial Oesman. Dalam pilgub itu, PKS bergabung dengan 14 parpol lainnya. Semoga saja hal itu bukan bagian dari bentuk eksploitasi terhadap selebritas. [R2]
Berita terkait tidak ada, silahkan klik tab 'Berita Lainnya' di atas
- PPATK Cek Rekening Hatta Radjasa
- Kwik: Ragukan Data BPK, Parpol Dapat Tekanan
- Cetak Pemimpin Muda, HIPMI Gandeng Lemhanas
- AEPI, Lonceng Keruntuhan Mafia Berkeley
- Sukardi: Pansus Century Hanya Alat Tawar
- Dilupakan PAN, SB Getol Digilir Parpol
- Prabowo Pecat Desmon Jadi Sekretaris F Gerindra
- Posisi Politik Boediono-Sri Mulyani Sulit Selamat
- Lantik Pengurus Baru, PAN Lupakan SB
- Golkar: Kami Bisa Disambit!
- Deklarasi AEPI, Akademisi Tantang Neoliberalisme
- Golkar-PPP Sepakat Tak Panggil SBY
- Partai Golkar Jadi Kunci Politik dan Diuji
- Pansus Century Diminta Jangan Lupakan Sanksi
- Ancaman Reshuffle, Demokrat Salah Komunikasi












