
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12841.4

(mahkamahkonstitusi.go.id)
INILAH.COM, Makassar - PKS akan menjaring sebanyak 100 tokoh muda dari berbagai elemen masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan tokoh generasi muda yang berasal dari non-PKS dan kader PKS untuk bersaing dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009.
Menurut Ketua Operasi Tim Pemenangan Pemilu Nasional (TPPN) PKS, Mahfudz Siddiq dalam jumpa persnya usai penutupan Mukernas II PKS di Makassar, Rabu (23/7), proses penjaringan ini merupakan misi politik dan komitmen PKS untuk tetap mengusung pemimpin baru dalam wacana Pilpres 2009.
Ketua FPKS DPR ini menegaskan isu tentang pemimpin muda akan terus digelindingkan dalam skala nasional menyusul tema bangsa yang dikembangkan saat ini adalah bangkitlah Indonesia-ku dalam memperingati 100 hari kebangkitan nasional.
Konsolidasi dan penjaringan ini lanjutnya, akan terus dikomunikasikan dalam skala nasional. Mahfudz berharap, melalui penjaringan tokoh-tokoh muda ini, yang melibatkan masyarakat sipil, politisi dan ekonom tersebut, dapat memberikan pencerahan bagi bangsa Indonesia kearah yang lebih baik.
"Tentu hal ini juga akan kita komunikasikan kepada mereka dari unsur militer agar visi dan misi PKS untuk mencari ruh bangsa, dapat dipahami sehingga terjalin kerjasama yang baik," jelas Mahfudz seraya meminta agar tidak memunculkan adanya dikotomi antara milter dengan ketiga unsur elemen masyarakat yang dikehendaki tersebut.
Dari 100 kandidat muda yang terjaring dalam pencalonan presiden ini, mereka akan melewati tahap fit dan proper test untuk mengetahui sejauh mana kemampuan para kandidat tersebut.
Mahfudz mengatakan, hasil pengumuman penjaringan ini nantinya, akan diberitahukan pada 28 Oktober 2008.
Sementara itu, Sekjen PKS Anis Matta mengatakan bahwa era reformasi ini, individu atau figur calon presiden sudah tidak menjadi fokus perhatian bagi masyarakat tetapi akan melihat tim atau partai dari calon presiden itu sendiri.
"Tidak penting melihat siapa tokohnya, tetapi lihat siapa timnya," tegas Anis seraya menambahkan bahwa era kepopuleran sudah tidak akan berlaku lagi.[*/L6]
Berita terkait tidak ada, silahkan klik tab 'Berita Lainnya' di atas
- Panser Mogok, Tol Jagorawi Macet Total
- PPATK: Dana Century Mengalir ke 63 Bank
- Tolak PHK, Pers Tuntut Kebebasan Berserikat
- PPATK Cek Rekening Hatta Radjasa
- Kwik: Ragukan Data BPK, Parpol Dapat Tekanan
- Cetak Pemimpin Muda, HIPMI Gandeng Lemhanas
- AEPI, Lonceng Keruntuhan Mafia Berkeley
- Sukardi: Pansus Century Hanya Alat Tawar
- Dilupakan PAN, SB Getol Digilir Parpol
- Prabowo Pecat Desmon Jadi Sekretaris F Gerindra
- Posisi Politik Boediono-Sri Mulyani Sulit Selamat
- Lantik Pengurus Baru, PAN Lupakan SB
- Golkar: Kami Bisa Disambit!
- Deklarasi AEPI, Akademisi Tantang Neoliberalisme
- Golkar-PPP Sepakat Tak Panggil SBY












