
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12841.4

(inilah.com/Abdul Rauf)
INILAH.COM, Depok - Melihat pergulatan politik menjelang Pemilu 2009 bisa membuat pilu. Jadi yang terpenting adalah rakyat Indonesia tidak golput.
"Pemilu menjadi pembuat pilu. Bermilyar rupiah anggaran digelontorkan, keterlibatan SDM, dan waktu yang banyak. Para politisi tidak memberikan pendidikan politik kepada pemilih. Dengan perilaku yang ada, rakyat tidak akan mengikuti apa yang diperintahkan. Meskipun ada yang golput, pemilu akan tetap terjadi," kata Ketua MPR Hidayat Nurwahid di UI, Depok, Kamis (24/7).
Menurutnya, orang yang memilih golput merupakan individu yang mempunyai kesadaran politik yang tinggi. Mereka juga punya kesadaran tentang kemajuan Indonesia ke depan. Sekali pun juga ternyata golput hanya orang yang tidak tercatat dan kemudian tidak memilih.
"Sebaiknya setiap warga negara memenuhi haknya. Tidak semua parpol negatif dan tidak seluruh kandidat busuk dan tidak layak dipilih. Saya yakin masih ada calon-calon yang masih baik dan bahkan lebih baik dari yang golput," imbau mantan Presiden PKS ini.[L3]
- HIPMI Pertegas Komitmen Industri Kecil
- Hatta Kukuhkan Pengurus DPP PAN 2010-2015
- Hatta: Demokrasi Kehilangan Makna
- Panser Mogok, Tol Jagorawi Macet Total
- Tolak PHK, Pers Tuntut Kebebasan Berserikat
- PPATK Cek Rekening Hatta Radjasa
- Kwik: Ragukan Data BPK, Parpol Dapat Tekanan
- Cetak Pemimpin Muda, HIPMI Gandeng Lemhanas
- AEPI, Lonceng Keruntuhan Mafia Berkeley
- Sukardi: Pansus Century Hanya Alat Tawar
- Dilupakan PAN, SB Getol Digilir Parpol
- Prabowo Pecat Desmon Jadi Sekretaris F Gerindra
- Posisi Politik Boediono-Sri Mulyani Sulit Selamat
- Lantik Pengurus Baru, PAN Lupakan SB
- Golkar: Kami Bisa Disambit!












