
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12429.6
INILAH.COM, Jakarta – PKS optimistis koalisi partai politik Islam yang kembali bergulir menjelang Pilpres 2009 dapat terwujud. Hal ini, menurutnya, justru akan merombak paradigma adanya dikotomi partai Islam nasionalis dan partai Islam sekuler.
"Hal ini mengulangi wacana yang terjadi pada menjelang pemilu 1999-2004. Itu baik
saja," kata Hidayat Nurwahid, mantan Presiden PKS, pada diskusi 'Wajah Muslim Indonesia' di Fakultas Ilmu Budaya UI, Depok, Kamis (24/07).
Wacana koalisi ini, kata Hidayat, diharapkan dapat menjadi pendorong roda berpolitik menjadi lebih dinamis di Indonesia. "Ini bagian dari penguatan demokrasi kita, sehingga lebih bergairah dan menghadirkan peran serta yang lebih banyak lagi. Mengapa tidak?" katanya.
Dengan terwujudnya koalisi itu, menurutnya, justru akan menghapus adanya perbedaan di antara parpol Islam yang ada di Indonesia. "Dengan bergulirnya wacana tersebut, tidak menjadi dikotomi kembali antara partai Islam nasionalis dengan partai Islam sekularis," papar ketua MPR itu.
Karena itu, Hidayat menyarankan agar setiap politisi parpol Islam untuk tidak mengutamakan kepentingan pribadinya. "Jangan terpecah-pecah. Jika ingat rakyat, maka kebijakan kita akan memihak kepada publik," katanya. [R2]
- Peserta Muktamar NU Mulai Penuhi Makassar
- Polisi Selidiki Terbaliknya Perahu di Suramadu
- Spanduk Dukungan Gus Solah Pimpin NU Bertebaran
- Puan Diusulkan Jadi Wakil Ketua Umum PDIP
- Amankan Muktamar, Banser NU Diisi Ilmu Kebatinan
- Ribuan Massa PKS NTB Bakar Bendera Israel
- SBY: Ibu Nasution Cinta Kaum Lemah
- NU Jatim Mulai Berangkat ke Makassar
- PKS: Perseteruan Polri-Susno Memalukan!
- Boediono Minta Generasi Muda Teladani Bu Nas
- Jasad Bu Nas Dimakamkan di TMP Kalibata
- Calon Ketua Umum Partai Demokrat tak Ada yang Menonjol
- SBY Persilakan Calon Ketua Umum Partai Demokrat Deklarasi
- Massa PKS Sulsel Turun ke Jalan Dukung Palestina
- Muktamar NU Dijaga 2000 Personil TNI/Polri












