
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12841.4
INILAH.COM, Jakarta – PKS optimistis koalisi partai politik Islam yang kembali bergulir menjelang Pilpres 2009 dapat terwujud. Hal ini, menurutnya, justru akan merombak paradigma adanya dikotomi partai Islam nasionalis dan partai Islam sekuler.
"Hal ini mengulangi wacana yang terjadi pada menjelang pemilu 1999-2004. Itu baik
saja," kata Hidayat Nurwahid, mantan Presiden PKS, pada diskusi 'Wajah Muslim Indonesia' di Fakultas Ilmu Budaya UI, Depok, Kamis (24/07).
Wacana koalisi ini, kata Hidayat, diharapkan dapat menjadi pendorong roda berpolitik menjadi lebih dinamis di Indonesia. "Ini bagian dari penguatan demokrasi kita, sehingga lebih bergairah dan menghadirkan peran serta yang lebih banyak lagi. Mengapa tidak?" katanya.
Dengan terwujudnya koalisi itu, menurutnya, justru akan menghapus adanya perbedaan di antara parpol Islam yang ada di Indonesia. "Dengan bergulirnya wacana tersebut, tidak menjadi dikotomi kembali antara partai Islam nasionalis dengan partai Islam sekularis," papar ketua MPR itu.
Karena itu, Hidayat menyarankan agar setiap politisi parpol Islam untuk tidak mengutamakan kepentingan pribadinya. "Jangan terpecah-pecah. Jika ingat rakyat, maka kebijakan kita akan memihak kepada publik," katanya. [R2]
- Tolak PHK, Pers Tuntut Kebebasan Berserikat
- PPATK Cek Rekening Hatta Radjasa
- Kwik: Ragukan Data BPK, Parpol Dapat Tekanan
- Cetak Pemimpin Muda, HIPMI Gandeng Lemhanas
- AEPI, Lonceng Keruntuhan Mafia Berkeley
- Sukardi: Pansus Century Hanya Alat Tawar
- Dilupakan PAN, SB Getol Digilir Parpol
- Prabowo Pecat Desmon Jadi Sekretaris F Gerindra
- Posisi Politik Boediono-Sri Mulyani Sulit Selamat
- Lantik Pengurus Baru, PAN Lupakan SB
- Golkar: Kami Bisa Disambit!
- Deklarasi AEPI, Akademisi Tantang Neoliberalisme
- Golkar-PPP Sepakat Tak Panggil SBY
- Partai Golkar Jadi Kunci Politik dan Diuji
- Pansus Century Diminta Jangan Lupakan Sanksi












