
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12841.4
INILAH.COM, Jakarta - Model kampanye door to door ala PKS yang diterapkan sejak jauh hari kini dilirik Partai Golkar. Alasannya kampanye ini dinilai lebih efektif untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat pentingnya menggunakan hak politik bagi kemajuan bangsa.
"Melihat jumlah golput yang meningkat dalam sejumlah pilkada, Korwil Jawa Tengah DPP Partai Golkar akan mengubah strategi kampanye pemilu 2009 dengan kunjungan 'door to door'," kata Korwil Jateng DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo di Jakarta, Jumat (25/7).
Pernyataan Bambang tersebut diungkapkan menanggapi semakin banyaknya golput pada pilkada kali ini. Menurut Bambang, meningkatkan golput dalam beberapa pilkada bukan karena sikap apatis rakyat. Namun hal itu lebih didorong pada sikap malas atau keengganan mendatangi TPS karena lebih memilih bersantai dengan keluarga di rumah atau tetap beraktivitas di kantor.
"Kunjungan door to door dilakukan untuk memberikan penjelasan betapa pentingnya hak politik setiap individu rakyat untuk disalurkan melalui bilik suara bagi kemajuan bangsa," kata Bambang.
Lebih lanjut Bambang menjelaskan karena sikap malas mendatangi TPS tersebut akan mendorong bangsa ini menuju ke jurang kehancuran. Dengan pola dan strategi door to door itu diharapkan jumlah golput dapat ditekan hingga 10-20 persen.
Sebelumnya Wakil Presiden M Jusuf Kalla menilai besarnya jumlah orang yang tidak memilih atau golput terjadi karena terlalu banyaknya pilkada sehingga diduga orang menjadi bosan.
Karena itu salah satu cara untuk mengatasi rasa bosan masyarakat tersebut adalah dengan menyatukan pilkada. Wapres menjelaskan dengan banyaknya pilkada maka terlalu sering ada kampanye. Hal itu membuat jenuh masyarakat.
"Tetapi kalau untuk pemilu legislatif akan lain, karena calonnya banyak sekali sehingga itu pasti akan lebih membawa orang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), karena orang mengganggap ini membawa kepentingan bersama," kata Kalla.[L6]
- PPATK Cek Rekening Hatta Radjasa
- Kwik: Ragukan Data BPK, Parpol Dapat Tekanan
- Cetak Pemimpin Muda, HIPMI Gandeng Lemhanas
- AEPI, Lonceng Keruntuhan Mafia Berkeley
- Sukardi: Pansus Century Hanya Alat Tawar
- Dilupakan PAN, SB Getol Digilir Parpol
- Prabowo Pecat Desmon Jadi Sekretaris F Gerindra
- Posisi Politik Boediono-Sri Mulyani Sulit Selamat
- Lantik Pengurus Baru, PAN Lupakan SB
- Golkar: Kami Bisa Disambit!
- Deklarasi AEPI, Akademisi Tantang Neoliberalisme
- Golkar-PPP Sepakat Tak Panggil SBY
- Partai Golkar Jadi Kunci Politik dan Diuji
- Pansus Century Diminta Jangan Lupakan Sanksi
- Ancaman Reshuffle, Demokrat Salah Komunikasi












