
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12841.4
INILAH.COM, Jakarta – Konflik yang terjadi di tubuh PKB, diyakini J Kristiadi, pengamat politik dari CSIS (Central for Strategic and International Studies), akan menurunkan perolehan suara partai itu pada Pemilu 2009.
Hal itu diungkapkannya, usai diskusi publik 'Gejolak Harga dan Risiko Politik Pemerintah', di Sekretariat Barindo, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (26/7). Menurutnya, pemilih tradisional PKB yang berasal dari warga NU diperkirakan akan lari ke partai lain, sehingga menurunkan perolehan partai itu.
"Pasti akan turun. Meskipun ada pemilih tradisional yang sangat setia, tapi sebagian akan pindah ke partai lain. Bisa ke PKS atau Golkar," kata Kristiadi.
Ia meminta PKB saat ini lebih mengokohkan diri, karena masih banyak rakyat yang mengharapkan agar PKB menjadi partai besar. Partai yang bisa merangkul semua anak bangsa menjadi kekuatan efektif.
"Sudahlah. Muhaimin Iskandar dan Yenny rukun kembali di bawah restu dan wibawa Gus Dur untuk menjadim partai besar," tandasnya. [R2]
- Hatta Kukuhkan Pengurus DPP PAN 2010-2015
- Hatta: Demokrasi Kehilangan Makna
- Panser Mogok, Tol Jagorawi Macet Total
- PPATK: Dana Century Mengalir ke 63 Bank
- Tolak PHK, Pers Tuntut Kebebasan Berserikat
- PPATK Cek Rekening Hatta Radjasa
- Kwik: Ragukan Data BPK, Parpol Dapat Tekanan
- Cetak Pemimpin Muda, HIPMI Gandeng Lemhanas
- AEPI, Lonceng Keruntuhan Mafia Berkeley
- Sukardi: Pansus Century Hanya Alat Tawar
- Dilupakan PAN, SB Getol Digilir Parpol
- Prabowo Pecat Desmon Jadi Sekretaris F Gerindra
- Posisi Politik Boediono-Sri Mulyani Sulit Selamat
- Lantik Pengurus Baru, PAN Lupakan SB
- Golkar: Kami Bisa Disambit!












