Sabtu, 22 November 2008
Gaya Hidup - Kuliner
  BERITA
  INDEKS BERITA
19/08/2008 02:54
Ikan Bakar Bumbu Pecak
Istrani Ayu

INILAH.COM, Jakarta - Menyebut kata ikan bakar, mungkin sudah biasa. Namun lain jika merasakan ikan bakar bumbu pecak yang menjadi andalan Rumah Makan Thirta Rasa. Kendati sedikit berkuah, ikan bakar ini mengeluarkan aroma nikmat yang cocok untuk santap siang pengunjung.

"Bumbu pecak memang paling laku," ujar pemilik RM Thirta Rasa, Ahmad Zainuddin yang bisa dipanggil Pak Haji.

Hampir semua pengunjung yang datang, lanjutnya, selalu memesan menu ini. Tak heran jika rumah makan di Jalan Raya Muchtar, Sawangan Baru, Depok, ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Terutama pada siang hari pada saat jam makan siang.

Penyuka masakan pedas sudah pasti akan menyukai menu ini. Dengan sedikit rasa asam, bumbu pecak diramu dari ulekan cabe merah dan cabe rawit yang dicampur dengan sedikit perasan jeruk. Semua bahan ini dicampur menjadi satu dan ditambahkan sedikit air.

Bumbu yang sudah matang kemudian disiram di atas ikan gurame yang sudah dibakar. Aroma ikan bakar ini membuat air liur menetes, siap menyantapnya dengan sepiring nasi panas.

Memang, bagi beberapa orang mungkin terasa superpedas. Namun ikan yang seporsinya di banderol Rp 40.000 ini juga terasa segar. Banyak yang mengatakan menu ini justru tepat dinikmati ketika matahari sedang terik atau jam makan siang.

Seperti yang kata seorang pembeli wanita asal Bogor, Ny Bunda. Menurutnya, sajian ikan bakar bumbu pecak ini sangat istimewa. Kendati pedas, kuahnya benar-benar segar. "Benar-benar sip banget," ujarnya sambil mengacungkan jempol.

Jangan berpikir ikan bakar ini merupakan satu-satunya yang disajikan RM Thirta Rasa. Masih banyak menu lainnya yang tak kalah sedapnya, seperti sup singkong. Sup ini merupakan menu baru dan harganya cukup terjangkau, hanya Rp5.000.

Isinya, hampir sama dengan sup pada umumnya, dengan potongan wortel dan kentang. Bedanya, singkong coklat juga ditambahkan ke dalamnya.

"Singkong merupakan protein yang sangat bagus," kata Pak Haji.

Menurutnya, banyak penyakit yang bisa disembuhkan dengan singkong. Rasanyapun tidak pahit, cukup enak sehingga sup ini terasa gurih.

Seperti halnya rumah makan makan Sunda, tempat untuk lesehan sudah pasti ada di sini. Berdiri pada 1991, dekorasi bagian dalamnya terbuat dari bahan bambu seperti semacam saung. Angin berhembus dari luar seakan menyejukkan para penikmat masakan Sunda yang sedang bertandang ke tempat ini.

Jadi jika Anda habis plesiran dari Bandung atau Bogor, Anda bisa melewati jalan raya Parung. Di pertigaan Sawangan, Anda belok kanan. Lokasinya berada di sebelah kanan menuju arah Depok.

Bila Anda mampir ke sana, Anda pasti akan mendapat pengalaman tak terlupakan dari hidangan menggiurkan ikan bakan bumbu pecak.

[ Kirim ke teman ]



Layanan Mobile | RSS | Tentang Kami | Kontak kami
Copyright © 2007-2008 Inilah.com. All rights reserved Inilah.com