BERITA
INDEKS BERITA
INILAH.COM, Jakarta - Departemen Keuangan tidak memberikan extra premium dalam penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang diterbitkan pada Selasa (26/8). Kendati demikian, sukuk perdana ini sudah mengalami kelebihan permintaan (over subscribed) 1,6 kali.
Tercatat, jumlah permintaan atas sukuk perdana negara ini mencapai Rp 8,07 triliun atau melampaui target indikatif Rp 5 triliun.
"Yang membanggakan adalah masuknya investor individu, walaupun nilainya masih kecil," papar Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Depkeu, Rachmat Walujanto, Selasa (26/8), di Jakarta.
Dari jumlah penawaran ini, pemerintah hanya menyerap Rp 4,699 triliun untuk dua seri sukuk perdana.
SBSN seri IFR (Ijarah Fixed Rate) 0001 penawaran yang masuk Rp 4,839 triliun yang dimenangkan Rp 2,714 triliun dengan kupon 11,8% jatuh tempo 15 Agustus 2015.
Sedangkan SBSN seri IFR0002 penawaran yang masuk Rp 3,231 triliun yang dimenangkan Rp 1,985 triliun, kupon 11,95, jatuh tempo 15 Agustus 2015.
"Biasanya penerbitan perdana ini jangka pendek, namun dua seri yang diterbitkan jangka panjang masih terserap oleh pasar," jelasnya.
Keberhasilan sukuk perdana ini juga terlihat dari tiingginya minat investor lokal yang mencapai 88%.[L5]
[ Kirim ke teman ]