BERITA
INDEKS BERITA
![]() | |
| Rachmat Waluyanto |
INILAH.COM, Jakarta - Departemen Keuangan mengakui tingkat penyerapan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) 005 sepi peminat. Pasalnya, pemerintah kurang gencar mensosialisasikan penerbitan obligasi itu.
Padahal, penawaran bunga ORI005 mencapai 11,45% atau lebih tinggi dibandingkan tingkat bunga deposito yakni 11%. "Saya mengakui bahwa ORI 005 kurang sosialisasi," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Depkeu Rachmat Waluyanto, Selasa (26/8), di Jakarta.
Hingga penutupan Senin sore, ORI005 baru terserap Rp 1,826 triliun atau 29,334% dari target yang dicanangkan yakni Rp 6,225 triliun.
Direktur Surat Utang Negara Depkeu, Bhimantara Widyajala, mengatakan pihaknya sudah mengirimkan surat ke 18 agen penjual ORI005 untuk meningkatkan pemasarannya.
Bhima juga mengakui bahwa seretnya pemasaran ORI005 ini terkait penerapan ketatnya likuiditas dan kondisi pasar yang tidak mendukung.
Dia juga menyinggung target Rp 6,225 triliun ini yang baru diterapkan pada penjualan ORI005. "Baru kali ini kita menerapkan target. Bahkan, kita memperoleh Rp 13 triliun dari ORI004," jelasnya.[L5]
[ Kirim ke teman ]