Jumat, 21 November 2008
Ekonomi - Keuangan
  BERITA
  INDEKS BERITA
27/08/2008 18:59
Sentimen Bursa Perkuat Rupiah
Asteria
 

(istimewa)
 

INILAH.COM, Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali menguat ke teritori aman setelah beberapa hari lalu terpuruk mendekati level 9.200 per dolar AS. Dukungan BI dan sentimen pasar modal menjadi pemicu terapresiasinya rupiah hari ini.

Kurs Rupiah pada perdagangan valas, Rabu (27/8) rupiah menguat 15 poin ke posisi 9.155 dibanding penutupan sehari sebelumnya di level 9.170 per dolar AS.

Kepala Riset Treasury Bank BNI Rosadi TA Montol mengatakan, penguatan rupiah disebabkan intervensi Bank Indonesia (BI) ke pasar valas. “Posisi ideal rupiah berada di bawah 9.200 per dolar AS. Sehingga ketika rupiah berada di atas level 9.200 per dolar AS, pergerakannya akan terus mendapat tekanan pasar,” jelasnya.

Faktor lain pemicu terapresiasinya rupiah adalah penguatan mata uang kawasan terhadap dolar AS dan sentimen positif dari pasar bursa. "Pelaku pasar membeli rupiah meski permintaan korporasi terhadap dolar AS masih cukup tinggi di akhir bulan. Mereka memanfaatkan aktivitas positif bursa serta bayang-bayang intervensi BI," ungkapnya.

Sedangkan Direktur Currency Management Group Farial Anwar mengatakan, rupiah hari ini menguat setelah beberapa hari jatuh akibat tekanan pasar global. Para pelaku pasar mulai membeli rupiah dengan melepas dolar AS yang telah melonjak cukup tinggi.

“Dolar naik hingga mendekati angka 9.200 per dolar AS. Jadi, kalau sekarang rupiah naik, itu wajar,” ujarnya.

Farial mengatakan, membaiknya rupiah juga tidak luput dari dukungan BI. Sebagai penjaga moneter, BI melakukan intervensi ke pasar uang setelah melihat posisi rupiah mendekati angka 9.200 per dolar AS.

BI khawatir rupiah akan menembus angka 9.200 per dolar AS apabila tekanan negatif dibiarkan berlanjut. "Kami optimis dengan masuknya BI ke pasar maka posisi rupiah akan terus membaik sehingga mendekati angka 9.150 per dolar AS," katanya.

Lebih lanjut Farial mengatakan, pergerakan rupiah yang kini berkisar antara 9.150-9.175 per dolar AS sebenarnya cukup stabil, karena menunjukkan kepercayaan investor yang cukup tinggi.

Rupiah sebelumnya sempat naik mencapai angka 9.080 per dolar AS, namun dengan merosotnya harga minyak mentah dunia hingga mencapai angka US$ 114 per barel, rupiah kembali tertekan sampai pada kisaran tersebut.

Pada perdagangan selanjutnya, Farial meyakini, rupiah akan mengalami penguatan. "Kami optimistis rupiah akan tetap berada di bawah angka 9.200 per dolar AS, karena masuknya BI ke pasar dengan melepas cadangan dolarnya," katanya.

Nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing lainnya sore ini didominasi penguatan. Rupiah terhadap dolar Singapura menguat di 6.445,95, atas dolar Hong Kong naik menjadi 1.173,11, terhadap dolar Australia melemah di 7.884,47 dan atas euro ditutup menguat di posisi 13.402,60. [E1]

Tags : rupiah, rosadi montol, farial anwar

BERITA TERKAIT
load in : 0.004548073 "

[ Kirim ke teman ]



Layanan Mobile | RSS | Tentang Kami | Kontak kami
Copyright © 2007-2008 Inilah.com. All rights reserved Inilah.com