Jumat, 21 November 2008
Wawancara - Gaya Hidup
  WAWANCARA
  INDEKS WAWANCARA
28/08/2008 00:01
"Ada Konspirasi Major-Pemerintah"
Seringai
Babyrock
 
Seringai
(istimewa)
 

INILAH.COM, Jakarta - Seram, cadas, dan galak merupakan kata-kata yang tepat untuk mencerminkan mereka. Band beraliran metal ini memang benar-benar cadas ketika mereka berada di atas panggung.

High Octane dan Serigala yang lepas. Itu gambaran yang dikemukakan oleh Arian 13, vokalis kelompok musik beroktan tinggi, Seringai.

Konon, Seringai telah mengembalikan musik rock ke kaidah asalnya. Karena seperti yang ditegaskan Arian (Vokal) bahwa tidak ada istila slow rock, semua harus kencang dengan lirik-lirik berteriak! Jadi, siapkan telinga Anda jika ingin mendengarkan lagu-lagu yang dua personelnya punya profesi sebagai wartawan itu.

Kencang dan kerasnya musik yang dimainkan memang membuat penonton konser Seringai selalu mengalami histeria. Tidak ada satu pun crowd yang berdiam diri ketika Arian (vokal), Ricky (gitar), Sammy (bass) dan Kemod (drum) mulai memainkan musik mereka di atas panggung.

Mosh pit, pun segera tercipta dalam hitungan detik. Begitupun ketika mereka tampil sebagai bintang tamu di ajang Final Regional Jogyakarta, LA Lights Indiefest 2008.

Di industri musik Indonesia yang kini sedang dilanda lagu-lagu bertema cinta dan perselingkuhan, Seringai yang terdiri dari anak-anak muda ini berteriak tentang banyak persoalan sosial yang terjadi di sekitar mereka.

"Kami memang enggan terbawa arus pasar. Karenanya, kita bikin sesuatu yang beda," ungkap Ricky Siahaan, gitaris grup Seringai.

Usia manggung di Jogya Expo Centre, beberapa waktu lalu, INILAH.COM dan beberapa wartawan lain berkesempatan berbincang dengan Ricky Siahaan. Berikut petikannya:

Pengaruh musik Seringai?

Musik kami banyak dipengaruhi oleh Metalhead, Black Sabbath, Iron Maiden, Motley Crue sampai Duo Kribo. Kalau soal lirik-lirik yang politikal, mereka mengaku sebetulnya hanya mengangkat dari kejadian sehari-hari. Lagian, siapa sih yang gak akan protes dengan melihat keadaan masyarakat kita yang seperti ini? Kebetulan aja kita memotretnya melalui lirik.

Kok memilih lirik seperti itu? Biasanya anak muda sukanya bertema cinta?

Kebanyakan band dalam industri rekaman saat ini lebih banyak menyoroti tentang percintaan, perselingkuhan dan kawan-kawan. Jadinya lirik lagu Seringai terdengar sangat politikal sekali, padahal tidak. Kami punya analisa, sebetulnya ada semacam konspirasi antara major label dengan pemerintah untuk selalu mengorbitkan band-band dengan lirik cinta yang mendayu, supaya rakyat terbuai dan tidak memprotes hal-hal aneh yang terjadi.

Kalau kami mengangkat tema-tema yang terjadi di lingkungan yang sedang kita alami. Yah lo liat, aja dan bagaimana busuknya politikus kita, koruptor dimana-mana, kok nggak ada yang peduli. Kita berupaya membuat lagu dari tema-tema itu.

Misalnya, lirik pada lagu Mengadili Persepsi (Bermain Tuhan) bercerita mengenai kemerdekaan dari kemunafikan. Kita membuat ini setelah melihat banyaknya orang yang mengatasnamakan agama memberantas yang menurut mereka tidak boleh dengan jalan kekerasan.

Kami memang sering masuk ke wilayah kritik sosial. Kondisi sosial di Indonesia saat ini memang cenderung membuat kami dan mungkin banyak dari kita merasa gerah.

Misalnya RUU APP. Hal ini sempat bikin gue resah. Soalnya mereka (panitia perancang UU, RED.) masih saja mengurusi hal yang nggak penting! Gue setuju dengan perlunya ada peraturan. Tapi kalau sudah menyerempet melanggar hak asasi, itu sudah nggak oke.

Nama album Seringai terbaru, 'Serigala Militia'. Maksudnya?

Sebenarnya itu sebutan bagi fans kita. Selain itu, Seringai sendiri kan sangat dekat dan erat hubungannya dengan serigala.

Berapa lama proses pengerjaan album ini, dan apa saja kendala dalam pembuatan album ini?

Total sih sekitar setahun lebih, setahun itu karena banyak banget masalah yang kita hadapi, seperti keuangan, nasib buruk, sampai studio yang kesamber petir. Kita sampai pindah studio sebanyak tiga kali selama proses pengerjaan album tersebut. Selain itu kita juga sempat tertipu, dan itulah masalah kenapa album kita sempat terhambat.

Apa yang membedakannya dengan album sebelumnya?

Intinya sih formula musik kita tetap sama. Hanya saja secara produksi jauh lebih baik dan terkonsep sangat jelas dalam hal lirik dibandingkan dengan album sebelumnya. Kita tetap beraliran metal, tapi lebih banyak sing-a-long-nya dan lebih having fun aja.

Kalau pesan yang ingin disampaikan melalui lagu-lagu Seringai?

Kalau untuk anak muda, mungkin lebih bersifat menginspirasi, untuk membuka pikiran, dan melakukan sesuatu yang lebih positif. Kalau buat yang tua, supaya mereka lebih berani menghadapi masalah yang ada di sekitarnya. [L1]

[ Kirim ke teman ]



Layanan Mobile | RSS | Tentang Kami | Kontak kami
Copyright © 2007-2008 Inilah.com. All rights reserved Inilah.com