BERITA
INDEKS BERITA
![]() | |
(istimewa) |
INILAH.COM, Jakarta – Nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis (28/8) diprediksi masih bergerak flat, cenderung menguat tipis. Investor masih menanti keluarnya data inflasi Agustus yang akan menggambarkan kondisi ekonomi dalam negeri.
Analis valas, Frans Darwin Sinurat mengatakan, investor masih wait and see menunggu data inflasi Agustus. Pasar berekspektasi inflasi bulan ini masih akan tetap tinggi meksipun lebih rendah dari Juli. “Karenanya, rupiah hari ini masih diperdagangkan flat di level 9.150-9.180 per dolar AS,” ujarnya
Sementara itu, dolar AS masih mendapat tekanan menyusul sinyalemen bahwa bank sentral AS, The Fed belum akan menaikkan suku bunga pada 16 September mendatang. Hal ini disebabkan kondisi lembaga pembiayaan Fanny Mae dan Freddie Mac yang belum pulih. Sentimen dari kondisi finansial yang masih buruk ini akan menerpa dolar AS.
Namun, dolar laris manis di pasar Eropa karena ada kekhawatiran terjadinya pelambatan ekonomi di kawasan tersebut. Apalagi, keluarnya data ekonomi Jerman tidak sesuai dengan ekspektasi pasar. Padahal, Jerman adalah negara yang ekonominya paling kuat di Eropa.
Kendati demikian, Frans mengatakan peluang rupiah menguat lagi masih terbuka. Pasalnya, pemerintah melakukan lelang tiga seri SUN dan menerbitkan sukuk. Dengan masuknya dana asing, rupiah dapat terhindar dari koreksi yang terlalu dalam. Dalam lelang SUN, pemerintah menyerap dana Rp 3,95 triliun dari penawaran yang masuk Rp 5,685 triliun.
Di sisi lain, total permintaan investor terhadap Surat Berharga Syariah Negara (SBSN/Sukuk) mencapai Rp 8,07 triliun, lebih tinggi dari target indikatif yang ditetapkan agen penjual sebesar Rp 5 triliun. Namun jumlah penawaran yang dimenangkan pemerintah hanya Rp 4,699 triliun.
BI pun siap melakukan aksi mensuplai dolar ke pasar agar fluktuasi tidak terlalu lebar. Sebagai penjaga moneter, BI melakukan intervensi ke pasar uang agar rupiah tidak menembus angka 9.200 per dolar AS.
Kurs rupiah pada perdagangan valas, Rabu (27/8) menguat 15 poin ke posisi 9.155 per dolar AS. Sementara nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing lainnya ditutup dominan menguat. Rupiah terhadap dolar Singapura menguat di 6.445,95, atas dolar Hong Kong naik menjadi 1.173,11, terhadap dolar Australia melemah di 7.884,47 dan atas euro ditutup menguat di posisi 13.402,60. [E1/I4]
[ Kirim ke teman ]