Sabtu, 22 November 2008
Ekonomi - Keuangan
  BERITA
  INDEKS BERITA
28/08/2008 08:15
Di Balik Perang Bunga Deposito
Yusuf Karim
 
Rahmat Waluyanto
(daylife.com)
 

INILAH.COM, Jakarta - Fenomena kurang sehat akibat krisis likuiditas perbankan muncul di tengah masyarakat yang sedang mencari instrumen investasi untuk melindungi likuiditasnya dari gerusan inflasi. Bunga deposito tinggi menjadi daya tariknya.

Namun demikian, bila masyarakat tidak waspada, bukan perlindungan terhadap inflasi yang didapat, tapi justru bisa membuat dana miliknya tidak terlindungi dengan baik.

Dirjen Pengelolaan Utang Negara Rahmat Waluyanto mengakui, saat ini tengah berlangsung perang bunga deposito antar bank . “Pasalnya banyak bank mengalami kesulitan likuiditas, akibatnya untuk mengiming-imingi nasabah agar menempatkan dananya di perbankan, bank berlomba-lomba menaikkan bunga depositonya,” ujarnya di Jakarta, Rabu (27/8).

Rahmat menjelaskan bahwa langkah yang diambil oleh perbankan tersebut bertujuan untuk menarik deposan menaruh duitnya. “Sebagai contoh ada informasi bahwa beberapa bank menawarkan deposito Rp 5 miliar selama 6 bulan dengan bunga 12%. Sementara ORI005 memberikan kupon11,45% untuk bunga 5 tahun,” lanjutnya.

Jumlah yang sangat fantastis. ORI kesulitan bersaing dalam jangka pendek. Namun masyarakat harus waspada karena tingkat bunga penjaminan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) sebesar 8,75%.

Siapa yang dirugikan? Nasabah bank karena jika bank kolaps hanya Rp 100 juta yang dijamin. Tapi karena bunga deposito 12% sedangkan bunga LPS 8,75%, maka seluruh depositonya berapapun jumlahnya akan hilang.

“Naasnya, jika bank-bank kesulitan kredit macet, mereka akan meminta fasilitas pendanaan jangka pendek dari Bank Indonesia dan akhirnya memiinta pembiayaan darurat dari APBN melalui penerbitan SUN,” papar Rahmat.

Bagaimana dengan ORI005? investor akan diuntungkan karena lima tahun mendatang bunga akan turun karena pemerintah dan BI akan mati-matian mengelola inflasi. Coba lihat dalam asumsi RAPBN 2009, inflasi akan turun, nilai tukar rupiah menguat, bunga turun dan akibatnya harga-harga SUN/ORI005 akan naik.

Jadi perang bunga deposito harus disikapi hati-hati oleh masyarakat maupun kalangan perbankan karena dapat berakibat hancurnya kepercayaan masyarakat kepada sektor perbankan. [E1]

Tags : investasi, bunga deposito

BERITA TERKAIT
load in : 0.003924131 "

[ Kirim ke teman ]



Layanan Mobile | RSS | Tentang Kami | Kontak kami
Copyright © 2007-2008 Inilah.com. All rights reserved Inilah.com