Sabtu, 22 November 2008
Ekonomi - Keuangan
  BERITA
  INDEKS BERITA
28/08/2008 15:14
Bank Permata Makin Bernilai
Yusuf Karim
 

(istimewa)
 

INILAH.COM, Jakarta – Laba bersih PT Bank Permata TBK tumbuh signifikan, 40%. Rasio kredit macet mereka pun menurun. Inikah tanda Permata akan menyeruak jadi salah satu bank terbaik di Tanah Air? Kepercayaan customer asset utama mereka.

Tahun buku 2008 memang baru berjalan separuhnya. Tapi, tanda-tanda cerah sudah ada di depan mata Bank Permata. Bank hasil merger lima bank swasta nasional –Bank Bali, Bank Universal, Bank Prima Express, Bank Artamedia, dan Bank Patriot, hasil penyehatan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) itu, tampaknya kini kian bugar saja.

Simaklah data berikut ini. Rabu (27/8), saat mengumumkan pertumbuhannya, Bank Permata menyatakan meningkatnya laba bersih setelah pajak sebesar 40% year-on-year (YoY) pada Semester I 2008. Laba bersih setelah pajak berada pada posisi Rp 277,5 miliar, naik signifikan dibanding Rp 198,2 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Laba bersih sebelum pajak mencapai Rp 401,5 miliar, naik sebesar Rp 112,6 miliar dari Rp 288,8 miliar dalam periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan kredit (gross) Bank Permata juga meningkat 26% YoY. Semester I tahun ini, kreditnya mencapai Rp 31,2 triliun, di atas Rp 24,8 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Total aktiva tumbuh 10,1% menjadi Rp 43,1 triliun.

Penyaluran kredit yang kuat diiringi Bank Permata dengan selalu menjalankan prinsip kehati-hatian dalam manajemen risiko kredit. Akibatnya, mereka terus menekan kredit macet. Rasio non performing loan (NPL net) mengalami perbaikan dari 2,5% pada semester I tahun lalu menjadi hanya 1,2%.

Presiden Direktur dan CEO Bank Permata, Stewart D. Hall mengatakan bahwa Bank Permata tidak hanya mencatat perbaikan laba, tapi juga berhasil meningkatkan fungsi intermediasinya dalam mendukung perekonomian Indonesia.

“Kami menjalankan prinsip kehati-hatian dalam praktik perbankan. Kami meluncurkan berbagai solusi inovatif berdaya-saing unggul dalam perbankan konvensional dan syariah,” ujarnya, Kamis (28/8).

Stewart menambahkan, pihaknya senantiasa memanfaatkan jaringan distribusi yang luas dan terus berkembang. Mereka beruntung karena memiliki budaya pelayanan yang kuat dan dukungan sepenuhnya dari pemegang saham strategis, yakni Astra International dan Standard Chartered Bank. ”Kepercayaan nasabah juga menjadi salah satu aset utama kami,” sebutnya.

Hal ini tercermin dengan kenaikan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 11,7% dari Rp 29,8 triliun menjadi Rp 33,3 triliun. Tabungan tumbuh sebesar 19,2% menjadi Rp 7,2 triliun, dan deposito naik sebesar 18,6% menjadi Rp 18,3 triliun. Sedangkan giro tercatat Rp 7,9 triliun dari posisi sebelumnya sebesar Rp 8,3 triliun.

Rasio penting perseroan juga menunjukkan perbaikan yang signifikan. Laba terhadap aktiva (ROA) dan laba terhadap ekuitas (ROE) membaik dari 1,5%

menjadi 1,9% dan dari 14,5% menjadi 15,6%. Rasio Kecukupan Modal (CAR) dengan memperhitungkan risiko pasar berada pada 12%, jauh di atas ketentuan minimum 8% dari Bank Indonesia. [I4]

Tags : Bank Permata

BERITA TERKAIT
load in : 0.002496004 "

[ Kirim ke teman ]



Layanan Mobile | RSS | Tentang Kami | Kontak kami
Copyright © 2007-2008 Inilah.com. All rights reserved Inilah.com