BERITA
INDEKS BERITA
![]() | |
| Ganjar Pranowo (mpr.go.id) |
INILAH.COM, Jakarta – Ketua Fraksi PDIP Ganjar Pranowo membantah desas-desus terkait pergantian antar waktu (PAW) atas Agus Tjondro. Hingga kini PDIP belum mengeluarkan surat resmi PAW untuk Agus.
Disebutkan, pihaknya tidak khawatir terhadap kemungkinan Badan Kehormatan (BK) DPR RI memanggil Agus Tjondro. Sebab, partainya berprinsip untuk taat terhadap aturan agar tidak mengacaukan parlemen. “Takut atau tidak takut, emangnya BK itu hantu?” ujar Ganjar, di Gedung DPR RI, Kamis (28/8).
Menurut Ganjar, BK merupakan lembaga moral dan etik untuk penegakan code of conduct anggota parlemen. BK bukan lembaga peradilan, hanya memeriksa pelanggaran kode etik. “Sampai saat ini belum mendapat surat resmi dari BK DPR,” kata Ganjar.
Ganjar menyebutkan, pihaknya belum memastikan apakah PDIP akan melakukan PAW terhadap Agus Tjondro. “Belum sampai ke arah sana, kami masih menunggu perkembangan atas pengakuan Agus Tjondro, benar atau tidak,” ujarnya.
Seperti dikabarkan, sesuai pengakuan Agus Tjondro, dirinya pernah menerima suap sebesar Rp 500 juta yang diberikan oleh Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Miranda Swaray Goeltom. Suap tersebut diberikan kepadanya saat duduk di Komisi XI DPR RI pada 2004 silam, untuk memuluskan pemilihan Miranda sebagai petinggi di BI pada 2004 silam.
Namun, Ganjar memastikan bahwa partainya telah mencabut nama Agus Tjondro dari daftar pencalegan untuk bertarung dalam Pemilu 2009 mendatang. Hanya saja, dipastikan Agus masih berada di ring dalam PDIP. “Itulah keputusan politik dari tahapan berikutnya,” tukasnya.[L5]
[ Kirim ke teman ]