BERITA
INDEKS BERITA
INILAH.COM, Jakarta - Jelang Pemilu 2009, para pimpinan dinilai suka saling menjelekkan. Mantan Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu mengimbau para pemimpin di Indonesia berhenti meakukan itu.
"Kapan negara ini akan melakukan pembangunan jika para pemimpinnya saling menjelekkan karena kepentingan tertentu," kata mantan Pangkostrad itu di Jakarta, Kamis (28/8).
Menurut Ryamizard, pertikaian antara pemimpin terjadi sudah sejak dulu. Tidak ada hal yang positif didapat masyarakat dari pertikaian itu. Seharusnya, kata dia, pemimpin fokus memikirkan bagaimana menurunkan angka kemiskinan, pemerataan pembangunan, meningkatkan sumber daya manusia dan kesehatan.
"Seorang pemimpin dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Maju mundurnya negara ini salah satunya ditentukan oleh pemimpin," ujarnya.
Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat melupakan kesalahan-kesalahan pemimpin masa lalu. "Jika ada salah dimaafkan, karena tidak baik diingat-ingat. Yang perlu dipikirkan dan dikerjakan saat ini adalah membangun bangsa yang cerdas dan sejahtera," ucapnya.[*/L8]
[ Kirim ke teman ]