Sabtu, 22 November 2008
Ekonomi - Keuangan
  BERITA
  INDEKS BERITA
28/08/2008 19:29
Giat Berutang Jelang Puasa
M Dindien Ridhotulloh
 

(istimewa)
 

INILAH.COM, Jakarta – Kebutuhan konsumsi menjelang puasa mengalami lonjakan. Hanya saja peningkatan ini disumbangkan dari kredit perbankan. Lihat saja, BRI yang punya basis nasabah di pedesaan mulai mengalami pertumbuhan kredit signifikan.

Corporate Secretary Bank Rakyat Indonesia (BRI), Hartono Sukiman, memaparkan, permintaan kredit menjelang puasa dan lebaran meningkat, terutama disektor modal kerja yang tumbuh lebih cepat ketimbang sektor konsumer. Kebutuhan nasabah terhadap bahan pokok menjelang puasa dan lebaran menjadi pemicunya.

“Namun meskipun terjadi peningkatan permintaan, kami tetap hati-hati memberikan kredit agar tidak terjadi peningkatan rasio kredit bermasalah,” papar Hartono Sukirman, di Jakarta, Kamis (28/8).

Dalam perkiraannya, pada Agustus ini, permintaan kredit nasabah ke BRI melonjak hampir dua kali lipat hingga Rp 40 miliar dari perolehan bulan-bulan biasa yang hanya Rp 20 miliar. Meningkatnya permintaan kredit menunjukkan fungsi intermediasi BRI semakin baik.

BRI juga telah menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) Rp 6,4 triliun sampai Juni 2008, melebihi target yang ditetapkan Rp 4 triliun dengan debitur sebanyak 1,1 juta orang. BRI hingga kini masih memiliki rasio kecukupan modal cukup tinggi mencapai 13%, jauh di bawah ketentuan Bank Indonesia (BI) yang sebesar 5%.

Sementara penyaluran kredit BRI ke korporasi sampai Juni 2008 mencapai Rp 24,4 triliun. Sektor agrobisnis merupakan sektor yang terbesar menerima kredit disusul properti dan minyak. Nilai kredit BRI ke korporasi mencapai 17,1% dari total kredit yang telah disalurkan sebesar Rp 135 triliun.

"Kami optimis target kredit BRI pada tahun ini akan bisa tercapai," tegasnya. BRI sepanjang semester I 2008 berhasil meraih laba bersih Rp 2,8 triliun atau sudah mencapai 52% dari target tahun ini.

Tak hanya kredit BRI, masyarakat juga mencari dana mudah menjelang puasa dengan mengadaikan barangnya. Alhasil, kantor pegadaian di sejumlah daerah mengalami peningkatan permintaan dari nasabah.

Di Yogyakarta, misalnya, permintaan nasabahnya mulai naik 20-25% pada pekan kedua Ramadhan hingga menjelang Lebaran dibandingkan omset bulan-bulan sebelumnya. Nasabah pegadaian di kota ini sekitar 20% adalah karyawan dan pegawai negeri. Sisanya, pedagang dan pengusaha kecil hingga mahasiswa.

Manajer Pegadaian Cabang Ngupasan, Kota Yogyakarta, Widodo SH mengungkapkan pada Agustus 2008, permintaan kredit diperkirakan mencapai Rp 5,4 miliar. Itu naik dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp 4 miliar. Sebagian besar digunakan untuk membayar biaya sekolah. [I4]

Tags : utang, puasa, bri, pegadaian

BERITA TERKAIT
load in : 0.004679203 "

[ Kirim ke teman ]



Layanan Mobile | RSS | Tentang Kami | Kontak kami
Copyright © 2007-2008 Inilah.com. All rights reserved Inilah.com