BERITA
INDEKS BERITA
INILAH.COM, Jakarta - Timnas senior Indonesia siap menghadapi timnas Libya pada final Piala Kemerdekaan 2008 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Jumat malam (29/8).
Asisten pelatih Indonesia, Widodo Cahyono Putra, di Jakarta, Kamis (28/8) mengatakan tim Indonesia tidak memiliki masalah dengan postur pemain Libya yang sedikit lebih tinggi dari pemain Indonesia.
"Kami harus melakukan penjagaan dari sayap sehingga pemain Libya tidak bisa memberikan umpan silang dengan baik. Kami juga tidak ada masalah dengan postur mereka," katanya.
"Pokoknya kami akan fight melawan Libya. Apalagi hasil permainanan kami cenderung meningkat dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya," katanya. Pemain juga dapat tampil semua termasuk kiper Fery Rutinsulu.
Widodo mengakui lini depan agak sedikit tumpul karena kurang konsentrasi ketika melawan timnas muda Indonesia
"Mungkin karena keletihan, pemain menjadi sulit konsentrasi. Karena itu, saat menghadapi final kami sengaja tidak latihan, tapi sekadar relaksasi di hotel," katanya.
Melihat permainan Libya saat menundukkan Myanmar 5-3, pelatih Benny Dollo harus mewaspadai pemain Libya, Zaghb Anis Fuzi Khalefa, Abdalla Mohamed serta Salem Ibrahim Ali.
Ketiga pemain ini, memiliki ketajaman mencetak gol, serta berbahaya dari tendangan jarak jauh.
"Kami lolos ke final, memang sudah kami prediksi. Di final, kami harus mewaspadai pemain Indonesia bernomor punggung 13," kata pelatih Gamal Adeen Abu-Nowara. Pemain yang dia maksud adalah, Budi Sudarsono.
Partai perebutan tempat ketiga juga akan berlangsung antara Timnas Indonesia U-21 melawan Timnas Myanmar. [I4]
[ Kirim ke teman ]