BERITA
INDEKS BERITA
INILAH.COM, Jakarta - Banyaknya calon anggota legislatif yang berlatarbelakang aktivis 1998 pada Pemilu 2009 mendatang dinilai positif. Tapi, mereka juga harus dituntut untuk tetap menjaga komitmen perjuangan rakyat, laiknya Bung Hatta.
"Contoh Bung Hatta (BH). Ketika demokrasi diakhiri dengan adanya demokrasi terpimpin, ia meninggalkan jabatan wakil presidennya," ujar Direktur Pedoman Indonesia M Fadjroel Rahman, usai acara pendeklarasian LSM IDEAL, di Jakarta Media Center, Jakarta, Kamis (28/8).
Menurut mantan aktivis ITB yang pernah ditahan di zaman Orba ini, tindakan politik Bung Hatta itu contoh terbaik bagi para caleg berlatarbelakang aktivis mahasiswa. "Kalau nanti misalnya mereka menjadi caleg tiba-tiba mengkhianati hati rakyat, maka mereka harus mundur apabila berlawanan dengan hati nurani," ucap Fadjroel.
Mereka, lanjut Fadjroel, juga harus tegas menolak apabila ada yang menawarkan suap. "Sekali mereka menerima, mereka harus dikutuk sampai kiamat," tegasnya.
Karena dengan menerima uang suap, tambah Fadjroel, mereka tidak hanya mengkhianati gerakan mahasiswa 1998, tapi juga gerakan mahasiswa secara keseluruhan.
"Sekali mereka menerima suap Rp1 saja, berarti mereka telah merusak sejarah panjang pergerakan mahasiswa. Dan itu berarti mereka mengkhianati rakyat," pungkasnya. [R2]
[ Kirim ke teman ]