
Proses penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), yang berlangsung sejak akhir Juli hingga Agustus 2008 sudah tuntas dibayarkan PT Pos Kendari. Dari hasil evaluasi lembaga itu, sebanyak 3.086 kartu BLT dengan total dana Rp 925,8 juta dinyatakan batal.
Menurut Kepala kantor PT Pos Indonesia Cabang Kendari, Kusmaryadi, tingginya jumlah kartu BLT yang dinyatakan batal akibat banyaknya pemegang kartu BLT yang diwakilkan pada saat proses pencairan dana BLT.
"Penyaluran BLT ini tidak boleh diwakili orang lain baik lurah maupun
RW/RT," kata Kusmaryadi.
Menurut Kusmaryadi, selain diwakilkan, tingginya jumlah kartu BLT yang dinyatakan batal juga akibat sejumlah faktor misalnya, pemegang kartu BLT meninggal atau sudah pindah alamat.
Kusmayadi juga menjelaskan, dalam proses penyaluran dana BLT pihaknya tidak melakukan potongan apapun. Pasalnya, dalam proses pengurusan kartu BLT telah disiapkan honor tersendiri yakni camat senilai Rp 250 per kartu, lurah Rp 500 per kartu, Ketua RW Rp 750 per kartu dan Ketua RT Rp 1000 per kartu. Jadi tidak ada alasan untuk memotong-motong dana BLT.
Menurut Kusmaryadi, alokasi BLT di Sultra sebenarnya ada Rp 6,197 miliar dari 20.659 pemilik kartu miskin. Namun akibat adanya kartu batal dan belum tersalur, makanya realisasinya tidak dan belum 100 persen.
"Realisasi anggaran BLT tahun 2008 ini sebesar Rp 5,2 miliar dengan 17.573 penerima. Sementara yang belum sempat disalurkan ada sekitar Rp 70 jutaan dengan 234 kartu.," kata Kusmaryadi.
Mirza Fahira
liputankendari@gmail.com
- Antara Indonesia dan Palestina
- Indonesia Ikuti Pameran Tatto
- Buah Naga Tumbuh Subur di Sumbawa
- Mengapa PKB Bahas Capres?
- Keadaan di Gaza Sangat Parah
- PKS Malaysia Terus Galang Dana
- Besar Peluang Terjadi Rebound
- Sepeda Jadi Gaya Hidup
- Mega Keliling Indonesia Timur
- Kemana Marcella Zalianty?
- Siapapun Boleh Gunakan Foto Din
- Tim Relawan ke Lokasi Gempa Papua
- Membludak, SMS Peduli Palestina
- Inilah Pemutih Gigi Gratis
- PKS Sebaiknya Bawa Massa ke Gaza