
INILAH.COM, Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) meminta kepastian Qatar Telecom (Qtel) untuk melakukan tender offer saham Indosat (ISAT).
Hal itu disampaikan Bapepam karena hingga saat ini rencana tender offer itu tidak jelas.
"Kami akan panggil mereka dan memastikan apakah mereka benar-benar akan melakukan tender offer terhadap saham Indosat tersebut," kata Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany di Jakarta, Kamis (21/8).
Namun Fuad belum menjelaskan kapan waktunya untuk memanggil Qtel. "Kami masih menunggu mereka bertemu dengan Menkoinfo," kata Fuad.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya Qtel telah melakukan akuisisi 40,8% saham Indosat. Selain itu, Qtel ingin menambah kepemilikan sahamnya itu melalui tender offer saham Indosat milik publik.
Tetapi keinginan itu akan terganjal peraturan pemerintah (Menkoinfo) bahwa investor asing hanya diperbolehkan menguasai maksimal 49% saham di industri telekomunikasi. Sehingga kalaupun jadi melakukan tender offer, Qtel hanya dapat membeli tambahan 8,2% saham Indosat.[*/L2]
- WIKA Lanjutkan Program 'Buyback'
- Nasabah Sarijaya Minta Kejelasan 'Deadline' BEI
- WIKA Lanjutkan 'Buyback'
- Sarijaya Tawarkan Diri ke Sinar Mas
- BUMI Ikut Dorong IHSG Melemah
- Suspensi Sarijaya Akan Lama
- Bapepam Cekal Direksi Sarijaya
- 'Bluechips' Jatuhkan IHSG 18 Poin
- BUMI Akuisisi Pendopo Coal
- Qtel Belum Tentu Kuasai 65% ISAT
- Bukti Efek Sarijaya Diserahkan Pekan Depan
- Aturan Baru BEI, AB Lebih Terlindung?
- Obama Janjikan 'Overhaul' Wall Street
- BEI Tagih Bukti Nasabah Sarijaya
- Awas! Bursa Regional Berjatuhan