

(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta- Krisis ekonomi yang melanda AS diperkirakan berlngsung selama dua tahun. Hal ini disebabkan masalah-masalah yang terjadi di sana sudah mengakar ke segala aspek.
Menurut pengamat ekonomi, Trisin Ismail, kondisi tersebut juga secara otomatis akan menyebabkan terjadinya deficit di Indonesia. Demikian juga dengan pertumbuhan ekonomi, juga menjadi terganggu.
Untuk mengatasi keadaan ini, Trisin menyarankan agar Indonesia menggenjot sisi ekspor. "Ekspor harus ditingkatkan, karena kita lebih besar ekspor ke AS," ujarnya saat diwawancarai wartawan INILAH.COM melalui telepon.
Bailout yang dilakukan Pemerintah AS untuk menstabilkan ekonomi di sana, menurutnya juga tidak bisa menyelesaikan masalah. Hal ini mengingat masih banyak pinjaman-pinjaman dan kredit-kreidt yang masih macet. "Anjloknya harga saham saat ini juga karena dampak krisis AS," katanya. [L5]
- Rupiah Sore Ditutup Menguat 25 Poin
- ‘Hot Money’ Tak Picu Gelembung Ekonomi
- Rupiah Pagi Dibuka Melemah Tipis
- Rupiah Akhir Pekan Bersiap Menguat Terbatas
- Rupiah Kehabisan Tenaga
- Petani Tembakau Terancam Punah
- Kenaikan TDL Picu Inflasi Hingga 7%
- Eits! Rupiah Hanya Turun 5 Poin
- Rupiah Dibuka Melemah 15 Poin
- Faktor Eksternal Masih Dukung Rupiah
- BPS: Maret Diperkirakan Deflasi
- Suku Bunga The Fed Picu Rupiah Meroket
- Sentimen The Fed, Rupiah Sore Naik Rp50 Poin
- Kunjungan Obama Tak Berefek Ekonomi
- ANTA Catatkan Laba Bersih Naik 37%
Kurs BI :












