
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12429.6

(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta- Krisis ekonomi global yang terjadi saat ini bisa mengganggu aktivitas produksi minyak di Indonesia. Para perusahaan minyak skala kecil akan kolaps sehingga industri hulu minyak akan dikuasai perusahaan-perusahaan kelas kakap.
Menurut Wakil Kepala BP Migas Abdul Muin di sela-sela acara silaturahmi BP Migas di Kantor BP Migas, Jakarta, Selasa (7/10/2008), semua perusahaan perminyakan yang ada di Indonesia mau tidak mau harus melakukan penghitungan ulang terhadap semua pendanaan dan rencana kegiatannya.
Diperkirakan akan banyak dari perusahaan di sektor ini yang bakal gulung tikar akibat dampak krisis gobal yang terjadi saat ini. "Bisa-bisa, struktur perusahaan-perusahaan migas yang ada di Indonesia nantinya dikendalikan oleh produsen besar seperti OPEC," tukasnya.
Pertamina sendiri, menurut Kepala BP Migas R Priyono akan mendekati beberapa sumber pendanaan untuk membantu perusahaan minyak skala menengah ke bawah. "Kita tidak punya pilihan, mengingat kebutuhan dalam negeri juga masih tinggi, yaitu sekitar 1,3 juta barel. Sementara produksi kita hanya 900 ribu hingga satu juta bph. Jadi kalau mau naik 100 ribu juga nggak masalah," katanya.[L5]
- Pertamina Harus Keluar dari Intervensi
- Pemerintah Tawarkan WK CBM Juni-Juli 2010
- Program Jaringan Gas Kota Hemat Subsidi Rp1 T
- Pertamina Hanya Mampu Alirkan Gas 25 MMSCFD ke PGN Hingga Juni
- Menperin Akui Pasokan Gas ke Industri Kurang
- PGN Tak Jadi Pangkas 20% Pasokan Untuk Industri
- April, Pertamina Mulai Alirkan 25 MMSCFD ke PGN
- Pemerintah Berhasil Penuhi Gas Industri Dalam Negeri
- DEN Minta Harga Jual Listrik Swasta Sesuai Keekonomian
- Pertamina Diminta Perbanyak Impor Minyak NOC
- Minyak Asia Tergelincir ke Bawah US$82
- Kontrak Gas Eksisting tak Bisa Diputuskan Sepihak
- Hatta: Medco Diminta Segera Naikkan Suplai Gas ke PGN
- Swap Gas Conoco ke Chevron Untuk Lifting Minyak
- Kenaikan TDL tak Sebabkan 'Multiplier Effect'












