
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 US Dollar = Rp.9116
INILAH.COM, Jakarta- Sektor pertanian dan UKM dipastikan menjadi satu-satunya sektor yang mampu bertahan di tengah krisis finansial yang dialami Amerika Serikat. Pasalnya sektor pertanian tidak berhubungan erat dengan sektor finansial.
"Sektor pertanian dan UKM adalah sektor yang keterkaitan dengan sektor finansial paling kecil," Kata Deputi Menko Perekonomian bidang Pertanian dan Perikanan Depkeu, Bayu Krisna Murti saat jumpa pers di Gedung Depkeu, Jakarta, Rabu (8/10)
Menurut Bayu, sektor yang pertama kali terkena imbas dari pelemahan pertumbuhan ekonomi global adalah sektor finansial di negara-negara lain yang memiliki keterkaitan dengan AS. Sementara itu sektor pertanian justru yang tidak terdapat pada pasar saham dan tidak mendapat fasilitas finansial seperti bidang lain.
"Jadi mesti bunga bank naik, pertanian biasa-biasa saja, karena tidak tergantung pada bank. Pertanian dan UKM ini yang menurut saya menjadi bemper dan dapat menciptakan kesempatan kerja," jelasnya. [L5]
- Subsidi Tetap Ada Hingga 2015
- Pemerintah Kaji Tawaran Liberalisasi Penerbangan
- Menkumham: Barang Bajakan Urusan DJP&Polisi
- BPN: Lahan Terlantar Mulai Tertib April 2010
- Sulawesi Selatan Kuasai 1,27 Juta Lahan Terlantar
- BPN: Dana Negara Berpotensi Hilang Rp6.000 T
- Bisnis Kreatif dan Kurir, Asing Hanya Bisa 49%
- Asing tak Bisa Miliki Bisnis Pendidikan
- Asing Bisa Miliki 67% Saham di Rumah Sakit
- Ritel Minimarket Tetap Tertutup Untuk Asing
- Rakor Putuskan Menara Telekomunikasi Tertutup Untuk Asing
- Hatta: Jangan Hanya Andalkan APBN
- Menhut : Baru 36 Perusahaan Punya Ijin Tambang di Kaltim
- Pasar Domestik Semen Diprediksi Naik 6%
- Menara Telekomunikasi 100% untuk Nasional












