
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12429.6

(Istimewa)
INILAH.COM, Singapura - Harga minyak melemah lagi di perdagangan Asia Senin (29/6) karena para investor masih mengkhawatirkan seputar ekonomi Amerika Serikat sebagai pengguna energi terbesar dunia.
Kontrak utama New York untuk minyak mentah jenis light sweet pengiriman Agustus mencatat penurunan 70 sen menjadi 68,46 dolar per barel, sedangkan minyak mentah laut Utara Brent juga pengiriman Agustus turun 68 sen menjadi 69,24 dolar per barel.
Kontrak ke duanya ditutup lebih rendah pada Jumat lalu. "Harga minyak di bawah tekanan dari kekhawatiran yang terkait melemahnya permintaan di Amerika Serikat," Kata Victor Shum, analis Konsultan Energi Purvin and Gertz, yang berbasis di Singapura.
Harga minyak mentah turun pada akhir pekan lalu selama beberapa jam perdagangan AS setelah data resmi yang diterbitkan Jumat lalu menunjukkan pembiayaan para konsumen AS kenaikannya melemah 0,3 persen pada Mei dibanding April, didukung terutama oleh stimulus pemerintah.
Departemen Perdagangan melaporkan meluasnya laporan karena neraca belanja konsumen menyumbang dua pertiga dari aktivitas ekonomi AS dan dipertimbangkan sebagai kunci pemulihan dari resesi yang dimulai pada Desember 2007.
Harga minyak menguat dalam beberapa pekan terakhir, didorong terutama oleh melemahnya dolar AS yang menjadikan pengeluaran untuk minyak lebih rendah bagi para pembeli yang menggunakan mata uang asing lainnya.
Ketidakpastian dalam produksi minyak Nigeria juga telah menjadi faktor lain yang menyebabkan harga minyak naik di atas 71 dolar selama perdagangan harian Jumat, kata analis.
"Pasar-pasar minyak terus melakukan monitor perkembangan di Nigeria. Dalam beberapa pekan terakhir, para militan telah menyerang infrastruktur industri minyak di Nigeria," kata David Moore, strategis komoditi pada Commonwealth Bank of Australia di Sydney.
Nigeria, merupakan salah satu produsen minyak terkemuka Afrika, saat ini memproduksi sekitar 1,8 juta barel minyak mentah per hari dibanding dengan 2,6 juta barel pada 2006. [*/cms]
- Pemerintah Tawarkan WK CBM Juni-Juli 2010
- Program Jaringan Gas Kota Hemat Subsidi Rp1 T
- Pertamina Hanya Mampu Alirkan Gas 25 MMSCFD ke PGN Hingga Juni
- Menperin Akui Pasokan Gas ke Industri Kurang
- PGN Tak Jadi Pangkas 20% Pasokan Untuk Industri
- April, Pertamina Mulai Alirkan 25 MMSCFD ke PGN
- Pemerintah Berhasil Penuhi Gas Industri Dalam Negeri
- DEN Minta Harga Jual Listrik Swasta Sesuai Keekonomian
- Pertamina Diminta Perbanyak Impor Minyak NOC
- Minyak Asia Tergelincir ke Bawah US$82
- Kontrak Gas Eksisting tak Bisa Diputuskan Sepihak
- Hatta: Medco Diminta Segera Naikkan Suplai Gas ke PGN
- Swap Gas Conoco ke Chevron Untuk Lifting Minyak
- Kenaikan TDL tak Sebabkan 'Multiplier Effect'
- Hatta: Pemerintah Sudah Punya Skenario Donggi Senoro












