
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 US Dollar = Rp.9116
INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan melakukan beauty contest terhadap 4 perusahaan yang berminat menjadi mitra Pemda untuk membeli 10% saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara dilakukan 3 Juli 2009.
"Nanti, Jumat pekan ini, kita akan umumkan beauty contest (uji keunggulan) tersebut. Dan pengumuman pemenangnya akan dilakukan dua minggu setelah itu," papar Kepala Dinas Pertambangan Propinsi NTB, Heriyadi Rahmat, di Jakarta, Rabu (1/7).
Heriyadi mengatakan saat ini pihaknya sedang mematangkan mekanisme beauty contest tersebut sambil menunggu penetapan persentase saham yang diinginkan oleh pihak Pemda.
"Dalam proses beauty contest ini Pemda akan mendalami kapasitas dan kapabilitas calon mitra, mulai dari sistem permodalan, mekanisme bagi hasil, serta syarat-syarat yang diajukan masing-masing calon mitra," jelas Heriyadi.
Ada empat perusahaan yang telah menyatakan minat menjadi mitra Pemda Nusa Tenggara Barat untuk membeli saham divestasi tersebut.
Menurut Heriyadi, dari empat perusahaan itu, dua perusahaan telah melakukan paparan kepada Pemda yaitu PT Northstar Pacific Indonesia dan Amstelco Plc Ltd. Sedangkan dua perusahaan lain yang dikabarkan menyatakan minat secara informal adalah PT Aneka Tambang (Antam) dan PT Timah.
Northstar adalah perusahaan investasi keuangan milik Patrick Walujo. Perusahaan ini terafiliasi dengan Texas Pacific Group, raksasa investasi asal Amerika Serikat.
Adapun Amstelco adalah perusahaan investasi yang berbasis di Inggris. Saat ini Amstelco gencar masuk ke sektor sumber daya alam, migas, dan pertambangan, dengan fokus ekspansi di wilayah Asia.
Sepuluh persen saham PT Newmont tersebut adalah saham divestasi tahun 2006 yang sebesar 3 persen dan 7 persen hasil divestasi tahun 2007 dengan nilai total USD 391 juta atau sekitar Rp 4 triliun.
Hariyadi mengatakan untuk membeli saham semahal itu, maka Pemda membutuhkan mitra. Dan selanjutnya, Pemda sedang membentuk BUMD, PT Daerah Maju Bersaing, yang saat ini masih menyelesaikan proses legalisasi di Departemen Hukum dan HAM.
Menurut Heriyadi, dari total asumsi harga saham sebesar USD 391 juta, komposisinya terdiri dari Pemprov NTB (40 persen), Pemkab Sumbawa Barat (40 persen), dan Pemkab Sumbawa (20 persen). [*/cms]
- Minyak Asia Jatuh Dekati Level US$80
- DPR: Jangan Gegabah Menghapus Subsidi BBM & Listrik
- Izin KP dari PJ Aswad ke PT DIMP tak Sah
- BBM Dijual Pakai Harga Non Subsidi
- PGN & PHE ONWJ Suplai Gas 50 BBTU ke PLN
- MESDM Perpanjang Kontrak LNG ke Jepang
- Suplai Gas PHE ONWJ ke PLN Sesuai Kontrak
- Buruh Kilang Balongan Pertamina Tuntut Gaji Rp1,5 Juta
- MESDM Rombak Jajaran Eselon II
- Tarif Komponen RT Tak Disubsidi 4 Tahun Lagi
- Pasokan Gas Pertamina-PGN Bertahan 91 Hari
- Pemerintah Bangun LNG Receiving Terminal di Sumsel & Bali
- RI Tawarkan Bangun LNG Receiving Terminal Korea
- Pemerintah Siapkan Pola Baru
- Pertamina Harus Keluar dari Intervensi












