
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12429.6

(inilah.com /Raya Abdullah)
INILAH.COM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) mengincar blok minyak di Mauritania, dan Irak.
"Kami akan masuk ke Mauritania, blok minyak juga," kata Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7).
Karen tidak menyebutkan blok mana yang menjadi incaran Pertamina di Mauritania, yang terletak di Afrika Barat tersebut. Ia juga tidak menjelaskan berapa cadangan minyak di blok tersebut, namun katanya, cadangan tidak terlalu besar. "Kita akan masuk sendiri, tanpa menggandeng mitra atau pihak manapun," ujarnya.
Menurutnya, skema kontrak kerja sama di Afrika Barat lebih baik dibandingkan persyaratan kontrak di negara-negara Afrika Utara yang menggunakan pola service contract.
Selain itu ujar Karen, Pertamina juga akan kembali mengikuti tender blok minyak putaran kedua di Irak. Adapun pada tender putaran pertama yang diumumkan Selasa (30/6), Pertamina mundur karena skema kontrak yang ditawarkan Irak tidak sesuai. Irak menggunakan skema service contract.
Akan tetapi dengan itu pemerintah Irak hanya akan membayar sesuai jumlah minyak yang diproduksi.
Belum lama ini, Pertamina mengakuisisi 46 persen saham milik British Petroleum (BP) Indonesia di lapangan BP West Java, senilai 280 juta dolar AS. [*/cms]
- Pertamina Harus Keluar dari Intervensi
- Pemerintah Tawarkan WK CBM Juni-Juli 2010
- Program Jaringan Gas Kota Hemat Subsidi Rp1 T
- Pertamina Hanya Mampu Alirkan Gas 25 MMSCFD ke PGN Hingga Juni
- Menperin Akui Pasokan Gas ke Industri Kurang
- PGN Tak Jadi Pangkas 20% Pasokan Untuk Industri
- April, Pertamina Mulai Alirkan 25 MMSCFD ke PGN
- Pemerintah Berhasil Penuhi Gas Industri Dalam Negeri
- DEN Minta Harga Jual Listrik Swasta Sesuai Keekonomian
- Pertamina Diminta Perbanyak Impor Minyak NOC
- Minyak Asia Tergelincir ke Bawah US$82
- Kontrak Gas Eksisting tak Bisa Diputuskan Sepihak
- Hatta: Medco Diminta Segera Naikkan Suplai Gas ke PGN
- Swap Gas Conoco ke Chevron Untuk Lifting Minyak
- Kenaikan TDL tak Sebabkan 'Multiplier Effect'












