Senin, 22 Maret 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 US Dollar = Rp.9116
 
Ekonomi
 
03/07/2009 - 06:45
Beli BDMN, BBRI, BMRI, CTRP dan ELTY
Asteria dan Natascha

(Foto/ Bayu Suta)

INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (3/7) diperkirakan masih tipis. Namun, atas ekspektasi suku bunga BI rate turun, beberapa saham masih disarankan seperti BDMN, BBRI, BMRI, CTRP dan ELTY.

Analis pasar modal dari Erdhika Securities Mohammad Reza menuturkan, indeks saham untuk jangka pendek masih akan bergerak tipis. Selain akan menggelar pilpres pekan depan, di hari terakhir perdagangan ini, BI akan mengumumkan suku bunga acuannya.

"Indeks pun akan bergerak di kisaran saat ini, dijaga tidak tembus angka 2.000," katanya kepada INILAH.COM.

Usai pilpres, tepatnya 9-10 Juli, investor asing diperkirakan akan melakukan Sell on News. Ia pun menilai, kini adalah periode terakhir investor untuk profit taking. Sehingga investor yang belum keluar pasar dan memiliki sentimen atas Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, berspekulasi adanya potensi upside yang signifikan di lantai bursa.

"Mereka mengharapkan profit yang maksimal," ulasnya.

Terkait pilpres, ia menilai, tidak masalah untuk investor apakah pesta demokrasi ini harus melalui satu atau dua putaran. Ia pun menyarankan hal itu tidak dipolitisasi, karena kalau jalannya pemilu aman, tidak akan mengurangi minat investor berinvestasi.

"Pasar memanfaatkan momentum BI rate dan pilpres untuk merealisasikan keuntungan," ujarnya.

Secara historis, lanjutnya, bursa saham pada Juli, Agustus, dan September relatif sepi. Di saat konsolidasi seperti ini pun, tidak banyak investor mengambil posisi long. Mereka cenderung melakukan investasi jangka pendek, yaitu daily trading.

"Dalam pola trading seperti ini, investor sebaiknya memilih saham sensitif suku bunga, yaitu dari sektor perbankan dan properti," kata Reza.

Ia menilai, kinerja sektor perbankan relatif bagus, dengan valuasi yang menarik dan NPL yang rendah, serta cost of fund yang turun. Selain itu, sektor perbankan saat ini berada dalam posisi menguat setelah menyentuh titik terendahnya (bottoming off).

"Ini terjadi seiring tumbuhnya pemulihan kepercayaan konsumen dan adanya peningkatan pendapatan akibat penyesuaian upah yang di atas inflasi," ujarnya.

Mengingat kredit konsumsi masih akan menjadi major driver pertumbuhan kredit nasional, Reza pun menyarankan saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan PT Bank Danamon (BDMN) yang notabene kuat di sektor ini. Ini mengindikasikan kuatnya kepercayaan konsumen terhadap kedua bank ini.

Sedangkan terkait penurunan suku bunga kredit, Reza menilai BDMN dan BBRI juga diuntungkan. Saat ini, lending rate bunga kredit kedua bank ini merupakan yang paling tinggi, namun mereka punya kreditur yang setia.

"Ini berarti, adanya tren suku bunga rendah yang dipicu perang kredit antarbank, akan menambah keuntungan bagi kedua bank ini," ujarnya.

Reza menambahkan, untuk sektor perbankan, BBRI dan BDMN merupakan emiten cukup kuat. Apalagi BBRI didukung valuasi atraktif, menunjukkan adanya potensi upside yang besar.

"Saham Bank Mandiri (BMRI) juga bisa jadi pilihan, terkait valuasinya," tuturnya.

Ia pun merekomendasikan saham properti yang rata-rata masih di bawah Book Value (BV). Salah satu saham yang menjadi pilihan adalah CTRP. Menurutnya, emiten grup Ciputra ini mempunyai nilai buku Rp600, namun saat ini diperdagangkan di harga pasar Rp390-Rp395. "Ini berarti, masih ada potensi penguatan," katanya.

Adapun saham properti lain yang disarankan adalah PT Bakrieland Development (ELTY). Saham ini dinilai menarik terkait sentimen grup Bakrie yang likuid di lantai bursa.

Pada perdagangan Kamis (2/7), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat naik 5,869 poin (0,28%) ke level 2.065,753. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatat volume transaksi sebanyak 5.761 juta lembar saham, senilai Rp3,3 triliun dengan frekuensi 86.494 kali. Sebanyak 83 saham ditransaksikan menguat, 130 saham turun, dan 57 saham stagnan.

Sejumlah emiten yang mengalami penguatan terbesar antara lain PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) naik Rp300 menjadi Rp8.200, PT Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp300 menjadi Rp10.000, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp150 menjadi Rp6.600, PT Indosat (ISAT) naik Rp150 menjadi Rp5.200, dan PT Bank Central Asia (BBCA) naik Rp125 menjadi Rp3.725.

Sedangkan beberapa emiten yang melemah antara lain PT Astra International (ASII) turun Rp500 menjadi Rp23.250, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp250 menjadi Rp19.700, PT Bank Danamon Indonesia (BDMN) turun Rp200 menjadi Rp4.575, PT Semen Gresik (Persero) (SMGR) turun Rp150 menjadi Rp5.050, dan PT Medco Energi Internasional (MEDC) turun Rp75 menjadi Rp3.000. [E2/L1]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !