
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12429.6
INILAH.COM, New York - Harga minyak turun ke level US$ 68 per barel pada perdagangan Kamis (2/7), usai data jumlah pengangguran baik di Amerika Serikat (AS) maupun Eropa meningkat dan mendongkrak nilai tukar dolar AS.
Pada perdagangan di Eropa siang hari, harga acuan minyak untuk kontrak Agustus turun US$ 1,64 menjadi US$ 67,67 per barel di New York Mercantile Exchange.
Hari ini, Depatemen Pekerjaan AS melaporkan data pengangguran hingga 467 ribu untuk bulan Juni, dengan rata-rata naik 9,5% dari 9,4% dibulan Mei lalu, hal ini menimbulkan kekawatiran baru terehadap pemulihan ekonomi.
Analis telah berharap sebelumnya, bahwa jumlah pengangguran akan menurun menjadi 363 ribu untuk bulan Juni 2009.
Sementara itu, pada 16 negara yang menggunakan mata uang Euro, tingkat pengangguran juga meningkat dari 9,3% menjadi 9,5% untuk bulan Mei 2009.
Menurut analisa Barclays Capital, minyak selama Juli-September akan diperdagangkan pada level US$ 65-75 per barel, dengan rata-rata US$ 71 per barel dikuartal III dan US$ 76 per barel dikuartal IV 2009.
Sementara pada perdagangan Nymex, harga gasolin untuk Agustus turun 4,54 sen menjadi US$ 1,81 per galon, harga heating oil turun 3,52 sen menjadi US$ 1,73, dan harga gas alam untuk kontrak Agustus turun 7,5 sen menjadi US$ 3,72 per 1000 kaki kubik.
Di London, harga Brent North Sea jatuh ke US$ 67,42 per barel atau US$ 1,37 pada perdagangan di ICE Futures. [mre/cms]
- Pemerintah Tawarkan WK CBM Juni-Juli 2010
- Program Jaringan Gas Kota Hemat Subsidi Rp1 T
- Pertamina Hanya Mampu Alirkan Gas 25 MMSCFD ke PGN Hingga Juni
- Menperin Akui Pasokan Gas ke Industri Kurang
- PGN Tak Jadi Pangkas 20% Pasokan Untuk Industri
- April, Pertamina Mulai Alirkan 25 MMSCFD ke PGN
- Pemerintah Berhasil Penuhi Gas Industri Dalam Negeri
- DEN Minta Harga Jual Listrik Swasta Sesuai Keekonomian
- Pertamina Diminta Perbanyak Impor Minyak NOC
- Minyak Asia Tergelincir ke Bawah US$82
- Kontrak Gas Eksisting tak Bisa Diputuskan Sepihak
- Hatta: Medco Diminta Segera Naikkan Suplai Gas ke PGN
- Swap Gas Conoco ke Chevron Untuk Lifting Minyak
- Kenaikan TDL tak Sebabkan 'Multiplier Effect'
- Hatta: Pemerintah Sudah Punya Skenario Donggi Senoro












