
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 US Dollar = Rp.9116

(Foto/ Bayu Suta)
INILAH.COM, Jakarta - Posisi cadangan devisa turun US$ 300 juta menjadi US$ 56,7 miliar dari US$ 56,9 miliar. Hal ini membuat nilai tukar rupiah mengalami apresiasi sebesar 9,9% selama triwulan II 2009.
Hal itu dikatakan Ptl Gubernur BI, Miranda S Goeltom di Gedung BI, Jumat (3/7). "Jumlah ini cukup untuk membiayai 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah," katanya.
Ha itu didorong karena faktor fundamental ekonomi yang tetap positif, pelaksanaan pemilu yang berjalan lancar dan sentimen positif ekonomi global, telah meningkatkan arus dana asing masuk ke pasar domestik.
Arus modal yagn tetap positif bersamaan dengan membaiknya ekspor, berkontribusi positif pada kinerja neraga pembayaran Indonesia (NPI). Pada akhir Juni 2009, jumlah cadangan mencapai US$ 57,6 miliar. Jumlah ini cukup untuk membiayai 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. [war/hid]
- Bapepam : Draf OJK Tinggal Ketok Palu
- Hatta: Bank Harus Lakukan Efisiensi
- Inflasi Terkendali, BI Rate Berpotensi Tetap
- Laba UOB Indonesia 2009 Naik 19,3%
- RI Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Asia-Pasific
- Hatta: Yang Tahu Hanya Presiden
- China Makin Mantap Tolak Washington
- Hatta: Jangan Dijadikan Spekulasi Baru
- Inflasi 'Year on Year' 2010 Cenderung Naik
- Pertumbuhan Ekonomi 2011 Ditargetkan 6,3%
- PPATK Temukan 97 Transaksi DanaTeroris
- Lelang SBI Berubah tak Pengaruhi Saluran Kredit
- Usai Rakor Migas, Menteri-menteri Sepakat Bungkam
- Krisis Eropa Picu Modal Asing ke Indonesia
- Pemerintah Lelang SUN Rp5 T Pekan Depan












