

(inilah.com /Raya Abdullah)
INILAH.COM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) melihat pemilu berdampak pada peningkatan konsumsi masyarakat. Demikian juga dengan pilihan presiden (pilpres) kalau terjadi dua putaran akan semakin menambah konsumsi masyarakat.
Hal itu diungkapkan Ptl Gubernur BI, Miranda S Goeltom di Gedung BI, Jumat (3/7). "Pemilu jelas ada dampak positif bagi peninngkatan konsumsi dengan adanya pemilu. Satu putaran saja sudah terlihat, kalau dua putaran ada tambahan," tegasnya.
Walaupun perbaikan ekonomi tidak mengandalkan pada kegiatan temporer seperti pemilu. Namun pemulihan ekonomi melalui kebijakan yang terencana dan dilakukan secara bertahap. "Kita persiapkan untuk dampak yang lebih bagus dan positif," jelasnya.
Penyelenggaraan pemilu di tahun 2009 ini menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi saat permintaan ekspor dari negara-negara tujuan ekspor menurun sekali. Pertumbuhan ekonomi akhirnya bertumpu pada konsumsi dalam negeri yang meningkat dengan adanya pemilu legislatif dan pilihan presiden yang dapat berlangsung satu putaran maupun dua putaran. {war/hid]
- Menkeu Serahkan Markus Pajak ke Pihak Berwenang
- Pemerintah Tetap Targetkan Penerimaan Cukai Rokok
- Menkeu: Penerimaan Negara Jan-Maret 2010 Rp40 T
- Menkeu: Pertumbuhan Q-1 2010 Sekitar 5,3-5,5%
- Menkeu : Warna Drop Box SPT Mirip Es Krim
- Menkeu: Presiden tak Pernah Absen Serahkan SPT
- Menkeu: Penerimaan Pajak Rata-rata Rp50 T/Bulan
- Menkeu: Pendapatan Negara Naik Karena Pajak
- Dirjen Pajak Dapat Rekor MURI
- Garuda Restrukturisasi Utang Hingga US$400 di 2010
- Kerugian Maskapai Global 2009 Capai US$9,4 M
- Sempat 'Offline', ATM BCA Normal Kembali
- Bank Dunia Naikkan Proyeksi GDP Cina 2010
- Februari, Pembangunan Konstruksi Rumah AS Turun 5,9%
- Siang Ini, SBY-Boed Serahkan SPT PPh
Kurs BI :












