
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12429.6

(inilah.com /Raya Abdullah)
INILAH.COM, Jakarta - Bank Indonesia mengatakan pihaknya memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II mencapai 3,7-4% (YoY).
Hal ini menurut Plt. Gubernur Bank Indonesia Miranda S Goeltom dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, didukung oleh konsumsi swasta yang diperkirakan bisa lebih dari lima persen pada triwulan II ini. "Dari sisi permintaan domestik, konsumsi swasta diperkirakan masih dapat tumbuh diatas lain persen bersamaan dengan rendahnya tingkat inflasi," katanya.
Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi tersebut juga didukung dari kecenderungan terjadinya pemulihan perekonomian dunia. Hal ini diperlihatkan perbaikan ekonomi di negara mitra dagan Indonesia membuat transaksi berjalan pada akhir Juni 2009 mengalami surplus 2,2 miliar dolar AS.
Namun demikian, menurut dia, investasi masih terbatas hal ini karena masih lemahnya permintaan dan tingkat utilisasi kapasitas yang masih rendah.
Sedangkan untuk pertumbuhan ekonomi selama setahun, BI sendiri masih menggunakan angka perkiraan 3,5-4 persen. Miranda mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2009 terutama di dukung oleh konsumsi swasta dalam negeri.
Hal ini diantaranya kebijakan pemerintah terkait insentif pajak dengan menghapuskan pajak penghasilan di bawah Rp5 juta yang mendukung adanya tambahan pendapatan untuk dibelanjakan.
Di sisi lain juga adanya kegiatan pemilihan umum baik pemilihan umum legislatif maupun pemilihan presiden yang mendorong adanya konsumsi.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi triwulan I 2009 dicatat Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 4,4%.Pertumbuhan ekonomi itu disumbang oleh pertumbuhan sektor pengangkutan dan komunikasi yang mencapai 16,7%.
Dengan subsektor tertinggi yang tumbuh adalah telekomunikasi yang mencapai 30,9%. Pertumbuhan terbesar khususnya sektor telekomunikasi yang menyangkut penggunaan telepon selular.
Sektor lainnya yaitu pertanian yang tumbuh 4,8 % terdiri dari tanaman pangan 5,6%, perkebunan 4,9%, dan perikanan 5,3%. Sektor industri masih tumbuh namun hanya 1,6%. Ini berbeda dengan masa-masa sebelumnya di mana sektor industri menjadi lokomotif.
Sementara itu pertumbuhan sektor alat angkutan minus 6 %, konstruksi 6,3%, dan perdagangan, hotel, dan restoran 0,6%. [*/hid]
- Laba UOB Indonesia 2009 Naik 19,3%
- RI Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Asia-Pasific
- Hatta: Yang Tahu Hanya Presiden
- China Makin Mantap Tolak Washington
- Hatta: Jangan Dijadikan Spekulasi Baru
- Inflasi 'Year on Year' 2010 Cenderung Naik
- Pertumbuhan Ekonomi 2011 Ditargetkan 6,3%
- PPATK Temukan 97 Transaksi DanaTeroris
- Lelang SBI Berubah tak Pengaruhi Saluran Kredit
- Usai Rakor Migas, Menteri-menteri Sepakat Bungkam
- Krisis Eropa Picu Modal Asing ke Indonesia
- Pemerintah Lelang SUN Rp5 T Pekan Depan
- Ekuitas BUMN Naik Jadi Rp2.500 T Pascaholding BUMN
- Menneg BUMN Buat Aturan Bentuk Anak Usaha
- Jadi Tameng Presiden, Menkeu Tak Akan Dicopot












