Selasa, 9 Februari 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 Euro = Rp.12841.4
 
Politik
 
25/09/2008 - 14:20
Kronologi Bentrok FPI-AKKBB di PN Jakpus
Abdullah Mubarok
Habib Rizieq
(inilah.com/subekti)

INILAH.COM, Jakarta - Ketua Umum FPI Habib Rizieq menuding aktivis AKKBB Guntur Romli berada di balik penyerangan terhadap anggotanya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. FPI melaporkan penyerangan ini ke Polda Metro Jaya.

"Pada hari ini saya meminta segenap kuasa hukum melaporkan wartawan Tempo Guntur Romli ke Polda Metro Jaya telah melakukan penghinaan etnis dan mengancam melakukan pembunuhan kepada Habib Ali," kata Rizieq di Masjid Al Hikmah PN Jakpus, Jakarta, Kamis (25/9).

Rizieq menyebutkan, berdasarkan keterangan anggotanya, Guntur Romli membawa preman-preman yang dipersenjatai sejumlah barang seperti celurit dan menyerang anggota FPI yang sedang menghadiri sidang.

Sementara Habib Ali yang menjadi korban mengungkapkan, bentrokan itu bermula saat dirinya berpapasan dengan Guntur.

"Saya dikatakan Arab oleh Guntur Romli, dibilang memperkosa TKW di sana," tutur Ali.

"Dia bilang ke saya, gue bunuh lu," imbuh Ali menirukan ucapan Guntur.

Guntur, lanjut Ali, mencoba memprovokasi dirinya dengan ucapan: "Ayo, lu jual gue beli,"

"Saya tidak suka provokasi, dan tidak terprovokasi. Aparat diam saja," tegas Ali.

Akibat bentrokan itu, 3 anggota FPI menjadi korban. Korban bernama Tomi terkena sabetan besi di tangannya dan bagian belakang kupingya terkena celurit.

Sedangkan anggota FPI bernama Junaidi mengalami memar di tangan kanan akibat hantaman benda keras, dan seorang anggota FPI lainnya bernama Eko mengalami lebam di pipinya akibat pukulan besi.

"Kita ada bukti saksi dan korban. Dan tadi salah satu tas preman yang menyerang itu jatuh," kata Rizieq.

Rizieq pun mengeluarkan isi tas berupa sebuah lembaran bertuliskan kontras, dan buku berwarna hijau berjudul '99 Keistimewaan Gus Dur' berikut daftar nama 33 preman bayaran yang ikut menyerang.

"Dengan sengaja para preman diberikan sebuah baju yang masih baru bertuliskan Banser, Gus Nuril," kata Rizieq sambil menunjukkan bahan baju warna hitam yang masih baru.

"Ini upaya adu domba, FPI dan NU bersaudara. Saya tekankan, bersaudara. Mereka preman celurit, jangan ada adu domba yang memecah persatuan dan kesatuan. Ini upaya yang radikal, penghasutan, fitnah dan upaya pembunuhan," teriak Rizieq.

Sekitar pukul 14.00 WIB, Habib Ali dan 3 korban bentrokan didampingi beberapa kuasa hukum menuju Polda Metro Jaya untuk melaporkan kejadian ini.[L6]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !