
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12841.4

(inilah.com/subekti)
INILAH.COM, Jakarta – Ketua Umum Dewan Syuro PKB Abdurrahman Wahid menganggap insiden bentrokan antara massa FPI dengan massa AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan) saat persidangan Habib Rizieq Shihab, Kamis (25/9) merupakan kesalahan FPI.
"Yang bersalah tetap FPI, bubarkan saja," ujar Gus Dur, dalam acara berbuka puasa di kantor DPP PNI Marhaenisme, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (26/9) malam.
Gus Dur menegaskan bahwa FPI merupakan sebuah ormas yang dijadikan sebuah alat untuk kepentingan tertentu. Beberapa pejabat negara saat itu, seperti Menhankam/Pangab Wiranto, Pangkostrad Djaja Suparman, dan Kapolri Nugroho Djajoesman, menurutnya, ikut mendirikan organisasi itu.
Insiden yang terjadi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, telah memakan empat korban. Tiga korban di antaranya berasal dari massa FPI dan satu orang dari massa yang memakai kaus bertuliskan 'Banser Gus Nuril'.
Bentrokan terjadi setelah massa FPI dilempari massa yang mengaku Banser itu, saat jeda salat Dzuhur. Kepala Satkorwil Banser DKI Jakarta Avianto Muhtadi, membantah jika pihaknya telah mengerahkan massanya di sidang itu untuk mendukung AKKBB. [R2]
- PPATK Cek Rekening Hatta Radjasa
- Kwik: Ragukan Data BPK, Parpol Dapat Tekanan
- Cetak Pemimpin Muda, HIPMI Gandeng Lemhanas
- AEPI, Lonceng Keruntuhan Mafia Berkeley
- Sukardi: Pansus Century Hanya Alat Tawar
- Dilupakan PAN, SB Getol Digilir Parpol
- Prabowo Pecat Desmon Jadi Sekretaris F Gerindra
- Posisi Politik Boediono-Sri Mulyani Sulit Selamat
- Lantik Pengurus Baru, PAN Lupakan SB
- Golkar: Kami Bisa Disambit!
- Deklarasi AEPI, Akademisi Tantang Neoliberalisme
- Golkar-PPP Sepakat Tak Panggil SBY
- Partai Golkar Jadi Kunci Politik dan Diuji
- Pansus Century Diminta Jangan Lupakan Sanksi
- Ancaman Reshuffle, Demokrat Salah Komunikasi












