

(inilah.com/subekti)
INILAH.COM, Jakarta – Ketua Umum Dewan Syuro PKB Abdurrahman Wahid menganggap insiden bentrokan antara massa FPI dengan massa AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan) saat persidangan Habib Rizieq Shihab, Kamis (25/9) merupakan kesalahan FPI.
"Yang bersalah tetap FPI, bubarkan saja," ujar Gus Dur, dalam acara berbuka puasa di kantor DPP PNI Marhaenisme, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (26/9) malam.
Gus Dur menegaskan bahwa FPI merupakan sebuah ormas yang dijadikan sebuah alat untuk kepentingan tertentu. Beberapa pejabat negara saat itu, seperti Menhankam/Pangab Wiranto, Pangkostrad Djaja Suparman, dan Kapolri Nugroho Djajoesman, menurutnya, ikut mendirikan organisasi itu.
Insiden yang terjadi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, telah memakan empat korban. Tiga korban di antaranya berasal dari massa FPI dan satu orang dari massa yang memakai kaus bertuliskan 'Banser Gus Nuril'.
Bentrokan terjadi setelah massa FPI dilempari massa yang mengaku Banser itu, saat jeda salat Dzuhur. Kepala Satkorwil Banser DKI Jakarta Avianto Muhtadi, membantah jika pihaknya telah mengerahkan massanya di sidang itu untuk mendukung AKKBB. [R2]
- Selain Burnap, Golkar Kehilangan 2 Kader Lagi
- Hatta: Burnap Politisi yang Tangguh
- Mega Ingatkan Suaminya
- Idrus: Burnap Disemayamkan di DPR Besok Pagi
- 2 Calon Ketum PBNU Diajak SBY Sarapan di Cikeas
- JK: Burnap Konsekuen & Setia kepada Golkar
- Pesawat Pribadi JK Terbangkan Jenazah Burnap ke Medan
- Polisi Bekuk Pengangguran Saat Transaksi Sabu,
- Golkar: Susno Jangan Jadi Alasan Polri Tunda Century
- JK Layat Jenazah Burnap di Rumah Duka
- 'Perang' Baliho di Arena Muktamar NU
- Jenazah Burnap Diterbangkan ke Medan Senin Pagi
- Tolak Fatwa Haram Rokok Petani Bakar Tembakau
- NU Jatim: Antara Gus Solah dan Ahmad Bagja
- Burnap Meninggal Dunia Usai Main Golf
Kurs BI :












