Selasa, 9 Februari 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 Euro = Rp.12841.4
 
Politik
 
27/09/2008 - 13:09
Gus Dur: FPI Vs AKKBB Salah Presiden
Djibril Muhammad
Abdurrahman Wahid
(inilah.com/subekti)

INILAH.COM, Jakarta - Massa AKKBB bentrok dengan massa FPI saat Ketua FPI Habib Rizieq menjalani persidangan 24 September 2008 di PN Jakpus. Polisi belum menetapkan tersangka. Gus Dur menuding bentrokan itu terjadi karena salah Presiden SBY.

"Presiden," cetus Gus Dur saat ditanya siapa yang salah dalam peristiwa bentrokan tersebut. "Mestinya dia membubarkan FPI," jelas Gus Dur.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Dewan Syuro PKB yang juga mantan Presiden ini usai acara 'Kongkow bersama Gus Dur' di Kedai Tempo, Jl Utan Kayu, Jakarta, Sabtu (27/9).

Menurut Gus Dur, keberadaan FPI melanggar UU karena tidak legal. "Memaksakan dirilah. Presidennya penakut, ya begitu. Harusnya presiden yang berani memerintahkan Kapolri, itu orang-orang dibubarkan," ketusnya.

Diingatkan Gus Dur, di dalam UU dikatakan, kalau ada penduduk jalan di muka umum dengan senjata tajam terhunus, dia melanggar. Namun demikian Gus Dur tidak akan melaporkan FPI ke polisi. "Ngapain. Bukan urusan saya. Itu urusannya polisi," ujarnya.

Gus Dur juga menyoroti perlakuan istimewa polisi terhadap Rizieq di dalam tahanan meski sudah berstatus terdakwa penyerbuan massa AKKBB di Monas 1 Juni 2008.

"Halah, baru per orangan. Tapi dia di dalam hidupnya kayak raja. Kan nggak boleh. Polisi kita ini lagi acak-acak, busuk," geram Gus Dur seraya menyayangkan sikap polisi.

Dia juga menyesalkan polisi yang belum menetapkan tersangka dalam peristiwa bentrok massa FPI-AKKBB. Padahal padahal sudah jelas sekali persoalannya. Secara fakta, polisi sudah bisa menetapkan tersangka kalau mau. "Kalau nggak mau, ya mau diapain," pungkas Gus Dur.[L3]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !