BERITA
INDEKS BERITA
![]() | |
| Kacung Marijan (inilah.com/R Ferdian) |
INILAH.COM, Jakarta - Bentrokan antara Massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) dengan Front Pembela Islam (FPI) di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (25/9) tak terkait dengan Nahdlatul Ulama. Melainkan karena tidak adanya ruang dialog antara AKKBB dengan FPI.
“Yang penting adanya dialog terbuka antarkedua kubu tersebut. Sehingga bentrokan tersebut terjadi karena terputusnya ruang dialog,” papar pengamat NU Kacung Marijan kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (28/9).
Menurut Kacung, bentrokan tersebut tidak terkait dengan NU, walaupun massa yang terlibat saat itu memakai pakaian bertuliskan ‘Banser Gus Nuril’. Apalagi jika dikaitkan bahwa di FPI dan AKKBB juga ada orang-orang NU ataupun merupakan pertarungan antara kelompok konservatif dan liberal di NU.
“Itu hanya cerminanan masyarakat ada kelompok yang konservatif dan liberal, di mana NU juga ada yang konservatif dan liberal. Begitu pula Muhammadiyah juga ada yang konservatif dan liberal,” jelas staf pengajar Universitas Airlangga, Surabaya, ini.
Kacung menilai penyebab bentrokan tersebut dikarenakan tidak adanya dialog mengenai sejumlah hal. Di antaranya, bagaimana memahami agama maupun keyakinan yang berbeda serta menginterpretasikan kebenaran.“Semua pihak dirugikan dan tidak ada yang diuntungkan dari bentrokan tersebut,” tandasnya. [R2]
[ Kirim ke teman ]