
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 US Dollar = Rp.9125

(pks.sejahtera.co.id)
INILAH.COM, Jakarta – Program Gerakan Peduli Tetangga yang dicanangkan PKS dinilai belum efektif untuk menarik simpati masyarakat. Berdasarkan hasil survei, target perolehan suara ternyata tidak tercapai melalui program ini.
"Dari evaluasi Gerakan Nasional Peduli Tetangga belum efektif. Sosialisasi ke daerah-daerah kurang," kata Humas PKS Ahmad Mabruri, kepada INILAH.COM, Rabu malam (8/10).
Padahal, lanjut Mabruri, PKS sudah berusaha mengenjot program ini dengan langkah-langkah yang nyata. Salah satunya, dengan melarang kadernya konvoi pada malam takbiran. Program ini, menurutnya, juga dapat mencegah terjadinya tindakan kriminalitas.
"Dengan banyaknya warga yang mudik meninggalkan rumah, kader-kader PKS dapat mengecek dan melihat keadaan rumah tetangganya yang pulang kampung itu," jelasnya.
Penyebab belum maksimalnya program yang dicanangkan sejak awal Ramadan itu, menurutnya, karena pengurus di DPD maupun DPC sedang sibuk mengurusi daftar caleg. Sehingga program itu belum diaktifkan sampai akhir Desember.
Selain itu, berdasarkan hasil survei, program ini ternyata tidak signifikan mendongkrak perolehan suara pada Pemilu 2009. "Berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Indonesia, PKS masih mendapatkan suara 7%. Padahal target kita 20%," katanya. [R2]
- Kunjungan Obama Ditunda, Mahasiswa UI Batal Demo
- Inilah Kejanggalan Penanganan Kasus Pajak di Polri
- Dengar Yel Kampanye JK-Win, Boediono Balas 'Lanjutkan!'
- Satgas Belum Laporkan Jenderal Markus ke SBY
- Robert Tantular Kecewa Pada Pansus Century
- Obama ke Indonesia 'Bareng' Ahmadinejad
- Inilah (Perkiraan) 4 Calon Ketum PBNU
- Ternyata Boediono 'Ngarep' Jadi Mendiknas
- Obama Batal Datang, FPI Potong Kambing
- Hasyim: Tembak 1 Teroris, 1.000 Muncul
- KPK Akhirnya Bisa Periksa Robert Tantular
- Boediono Berbagi 'Jurus' Sukses ke Siswa SMA
- Ke Indonesia Juni, Obama Bawa Anak-Istri
- Kasus Korupsi Ayat Rokok Kembali Mengepul
- PKB Dilarang Mejeng di Muktamar NU












