
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12841.4

(Inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta - Menkes Siti Fadilah Supari batal memusnahkan 12 truk produk makanan yang mengandung susu China yang bermelamin. Namun Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menjamin makanan-makanan tersebut pasti dimusnahkan karena berbahaya bagi kesehatan.
"Ibu menteri kan tadi sudah jelaskan, ini kan soal sopan santun saja, tapi yang jelas kita akan bakar, karena itu kewajiban pemerintah untuk melinsungi masyarakat dari bahaya bahan-bahan makanan yang mengandung melamin. Yang jelas itu pasti kita musnahkan, tapi tidak untuk dipublikasikan," kata Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin di kantornya, Jakarta, Senin (27/10).
Meski begitu, Husnia tidak menyebutkan kapan BPOM akan memusnahkan produk yang disita dari 18 September - 24 Oktober itu. BPOM, akan terus memeriksa semua produk yang diduga mengandung melamin.
"Bila terbukti kita akan musnahkan dan sanksi-sanksinya keras bagi para distributor yang tetap memasarkan susunya yang terbukti mengandung melamin" tegasnya.
Mengenai pengujian ulang terhadap satu dari 15 produk yang sebelumnya telah ditetapkan mengandung melamin, Husniah menyebutkan, hal itu dilakukan untuk menegaskan apakah prosedur pengujian sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
"Seluruh produk susu cari China pokoknya semua dimusnahkan karena kita tidak mungkin memeriksa satu per satu. Kami dengan berat hati mengatakan atau mengumumkan bahwa pembakaran secara fisik tidak bisa dilaksanakan karena satu dan lain hal," pungkas Husniah. [jib/L6]
- ICW: Layanan RS Bikin Warga Miris
- Bayi-bayi yang Dipelihara Negara (3)
- Bayi-bayi yang Dipelihara Negara (2)
- Bayi-bayi yang Dipelihara Negara (1)
- Dokter Upayakan Orang Tua Bilqis Jadi Pendonor
- Mabes Polri Bongkar Judi Miliaran Via Internet
- 900 Juta Koin & Cinta Untuk Bilqis
- Bayi Itu Siap Cangkok Hati
- Korupsi Sapi Bakal Alihkan Isu Century?
- Idrus: Pansus Maunya Data Century Tulus dan Ikhlas
- Mer-C Berangkatkan 7 Relawan ke Haiti
- Menag Sesalkan Pembakaran Gereja di Sumut
- Dik Doang: Presiden Pro Infotainment
- Pansus Sepakat Sita Data & Dokumen yang Diperlukan
- Ketua KPAI: Jangan Dubur, Periksa Paru-Paru Dong












