
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12841.4

(inilah.com/Subekti)
INILAH.COM, Jakarta - Wow! Biaya eksekusi Amrozi Cs disebut-sebut menelan Rp 22 miliar yang 'disumbang' Australia. Benarkah dana sebanyak itu 'dukungan' dari pemerintah negeri Kanguru tersebut? Yang jelas, Polri tidak menganggarkan untuk dana eksekusi ketiga terpidana mati tersebut.
Menurut sumber INILAH.COM, dana tersebut untuk menyewa satu Helikopter, pemerintah harus menyiapkan dana sebesar Rp 10 juta per jam. Sedangkan helikopter sudah mondar-mandir selama beberapa hari ke Pulau Nusakambangan. Kemudian biaya operasional yang lain misalnya pengerahan pengamanan, dan ambulans.
Namun hal tersebut dibantah oleh Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira saat dihubungi, Senin (10/11):
Apa benar eksekusi Amrozi Cs menelan biaya Rp 22 M?
Kita menggunakan anggaran rutin saja. Tidak ada biaya khusus untuk eksekusi tersebut. Biaya tersebut berasal dari masing-masing polda, di antaranya seperti biaya makan.
Kabarnya sewa helikopter Rp 10 juta per jam?
Sewa helikopter menggunakan anggaran rutin. Seperti ada biaya kontigensi (dana cadangan umum).
Sebenarnya kepolisian mengganggarkan berapa untuk eksekusi Amrozi cs?
Tidak ada menganggarkan.
Untuk polda-polda berapa dianggarkan?
Saya tidak pasti berapa yang dianggarkan oleh Polda. Tapi di polda ada anggaran kontigensi. Karena untuk eksekusi Amrozi cs ketika 2007 kita tidak tahu eksekusi kapan waktu pastinya dilakukan. Jadi anggaran eksekusi Amrozi cs adalah anggaran yang tidak dianggarkan.
Anggaran itu dari mana, Pak?
Maaf ya saya sedang ada rapat. Terima kasih.[jib/ana]
- 9 Kepala Daerah Akan Diperiksa Kejagung
- Polri-Depkeu Inisiasi Badan Peyandera Pajak
- 5 Jam Diperiksa, Ari Stres
- Resmi Ditahan, Endin J Soefihara Teriak Keadilan
- Dudhie Mamun Murod Absen Diperiksa KPK
- KPK Geledah Kantor LPSK
- KPK Resmi Tahan Endin & Udju
- Kasus Munir Diminta Dibuka Kembali
- Polri Dalami Hasil Audit Dirjen Pajak
- 'Proses Kasus Munir Banyak Kejagalan'
- Lagi, Pelaku pembobol ATM diciduk
- Endin Penuhi Pemeriksaan KPK
- Polda Kejar 2 Aktivis Bendera
- Keluarga: Habit Sigid Merekam Tamu Penting
- Keluarga Rela 'Menggoggong' Demi Sigid












