
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12841.4
INILAH.COM, Jombang - Kehebatan Muhammad Ponari, 9, seorang dukun cilik asal Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Megaluh, Jombang, Jawa Timur, dalam mengobati pasiennya ternyata juga mampu mencuri perhatian kalangan DPRD setempat. Bahkan, sejumlah angggota dewan setempat juga pernah menjajal kesaktian bocah itu.
Debat antara anggota dewan, umumnya seputar kebijakan yang akan diambil bagi sebuah peraturan ataupun RUU. Namun, lain lagi dengan yang dilakukan sejumlah anggota DPRD Jombang, Jumat (6/2). Mereka justru memperdebatkan 'kesaktian Ponari', seorang bocah yang akhir-akhir ini dikenal karena kesaktiannya mengobati segala peyakit.
Hal ini terjadi di ruangan komisi B, saat beberapa anggota dewan sedang berbincang santai. Sebagian dari mereka ada yang mengaku sudah mendatangi rumah dukun cilik itu secara langsung, sebagian lagi mengaku hanya mengetahui dari pemberitaan media massa.
Pembicaraan yang awalnya hanya spontan itu, perlahan mulai memanas, bahkan tidak kalah seriusnya dengan sidang paripurna yang biasa mereka gelar. Praktis, adu argumen seputar dukun cilik itupun tak terelakkan.
"Sesudah diberi minum air yang sudah dicelupi batu milik Ponari, tetangga saya yang tadinya mengalami gangguan penglihatan sekarang normal kembali. Padahal, sebelumnya seluruh model pengobatan sudah dicoba, tapi hasilnya nihil," kata Suhardi, anggota FPDIP DPRD Jombang yang berusaha meyakinkan anggota dewan lainnya.
Suhardi juga mengatakan jika dirinya pernah mengunjungi rumah Ponari di Dusun Kedungsari. Hanya saja, kedatangannya bukan untuk berobat, namun hanya ingin melihat model belajar privat yang dilakukan Ponari pada malam hari.
Lain halnya dengan Sugiarto, anggota DPRD dari FKB. Ia mengaku belum tahu banyak tentang fenomena Ponari. Wajar saja jika dalam forum informal tersebut pihaknya lebih banyak mendengar. Sugiarto hanya mengatakan bahwasanya selama ini mengetahui fenomena bocah 'sakti' itu lewat media massa.
"Yang pasti, dengan ramainya pengunjung yang datang ke rumah Ponari, efeknya sangat besar terhadap tingkat perekonomian warga. Kalau sebelumnya mereka nganggur sekarang bisa ikut berjualan air mineral atau membuka jasa penitipan sepeda," katanya.[beritajatim/nuz]
- Duit di ATM Ludes, Nasabah Bank Ngamuk
- Awas! Racikan Jamu Ilegal
- Putus Cinta dengan Pacar, Pemuda Gantung Diri
- Ari Drop Out dari Sekolah & Broken Home
- Ari Tak Berniat Culik Nova
- Shabu dibungkus Kondom Diselundupkan ke LP Cipinang
- Nova Rela Dibawa Lari Ari
- Ibu Selingkuh Dikampak Anak Hingga tewas
- Disiram Suami Air Keras, Wajah Istri Melepuh
- Sekeluarga 6 Orang Kritis Keracunan Nasi Goreng
- Kementerian ESDM Siapkan Izin Baru BUMD Gas Bekasi
- Nova Ditangani PPA
- Polisi: Motifnya Cinta, Cinta, Cinta
- Kawanan Pencuri Spesialis Bajaj Dibekuk
- Pilbup Mojokerto, Partai Bandrol Tiket Calon Rp 5 M












