

INILAH.COM, Jakarta - Capres SBY dinilai melakukan pembohongan publik ketika menyanggah pernyataan JK. Yakni terkait gerakan iklan satu putaran (gestapu) yang dikatakan bukan dari tim kampanye nasional SBY-Boediono.
"SBY benar benar terperanjat karena JK dan akhirnya melakukan pembohongan publik. Seperti iklan Gestapu yang bukan dari dia," ujar pengamat politik LIPI Ikrar Nusa Bhakti kepada INILAH.COM, Jakarta, Jumat (3/7).
Profesor Riset ini mengatakan jika SBY membantah iklan Gestapu, maka akan menjadi sangat mencurigakan. "Lalu dari mana uang Denny JA? Kok bisa pasang iklan dimana-mana seperti di TV, Radio, Koran, dan Baliho," ujarnya.
"Lalu iklan itu kerjaan siapa? apakah ada siluman yang memasangnya. Apakah Denny betul-betul kaya dan dengan uang sendiri memasang iklan. Padahal dia kan konsultan politik," jelas pengajar FISIP UI ini.
Ikrar juga mempertanyakan moralitas Denny karena sebelumnya membela Mega-Prabowo. Namun kali ini malah membela SBY-Boediono. [mvi/jib]
- Boikot SMI, Dorongan untuk Mencari Pengganti
- Bamsoet: Tak Boikot Sri Mulyani, DPR Jilat Lidah Sendiri
- Kisruh PKB Diminta Dibahas di Muktamar NU
- Jakmania Tak Akui Suporter yang Rusuh
- Yenny Wahid: Soal PKB Kami 'Manut' PBNU
- HTI: Obama Tak Perbaiki Hubungan Dengan Islam
- Inilah Janji Obama Terhadap Islam
- HMI: KPK Diintervensi Penguasa Soal Century
- Puluhan Kades Tertipu Amplop Kosong Gubernur Bengkulu
- Kejar Umar Patek, Polri Gaet Filipina
- Rumor Koalisi PDIP-Demokrat Kian Santer?
- Bea Cukai Tangkap Kapal Muatan 60 Ton Bahan Peledak
- Mer C Disusupi Teroris?
- FPI Minta Anggotanya yang Diduga Teroris Menyerah
- Polda Metro Gelar Perkara Pelecehan Seks Anand
Kurs BI :












