
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 US Dollar = Rp.9116

(inilah.com/ Wirasatria)
INILAH.COM, Semarang - Berdasarkan pengalaman Pilpres 2004 dan Pemilu Legislatif 2009, pada Pilpres 2009 PDIP seharusnya bisa kembali unggul di Jateng. Namun anehnya hal itu tidak terjadi.
Menurut pengamat politik Universitas Diponegoro Semarang Fitriyah, Jateng merupakan kandang Banteng (PDIP). Pemilih Si Moncong Putih tersebut sangat loyal terhadap partai dan menuruti perintah partai.
"Namun di luar perkiraan, PDIP pada Pilpres 2009 berdasarkan penghitungan suara sementara kalah di Jateng. Bahkan di TPS Gubernur Jateng Bibit Waluyo (yang diusung PDIP) juga kalah dari pasangan SBY-Boediono," ujar Fitriyah di Semarang, Sabtu (11/7).
Atas keanehan ini, tim pemenangan Mega-Prabowo melakukan penyelidikan. Dikhawatirkan ada pembelot, PDIP menyebar tim bayangan.
Menurut Tjahjo Kumolo, tim bayangan akan mencari data objektif, bagaimana keberadaan struktur partai di setiap tingkatan. Apakah para caleg yang duduk di DPRD dan pejabat daerah bergerak atau hanya diam atau justru membelot. [*/ana]
- Indonesia-Malaysia Gelar Latgab Militer
- Aset Mantan Pemilik Century Merosot Rp9 T
- MUI: Masjid Hadap Barat Tak Salah Kiblat
- Ratusan Tokoh Lepas Burnap di Medan
- Gus Solah: Tidak Benar SBY Gak Suka pada Saya
- Pisau Mata Dua Pertemuan Cikeas
- Inilah Opsi SBY Untuk Nasabah Antaboga
- SBY Panggil Calon Ketum PBNU, Indepedensi Terancam
- Sikap SBY: Tolak Nonaktifkan Boediono-Sri Mulyani
- Pengadilan Tipikor Berwenang Adili Udju Djuhaeri
- Siapapun Ketum Demokrat tak Lepas Dari Bayangan SBY
- Cyrus: Rp25 M itu Milik Andi Kosasih
- Said Agil Sindir Spanduk Gus Sholah
- Anas dan Andi Bersaing Jadi Ketum Partai Demokrat
- Susno Dituding Punya 6 Rumah Mewah












