
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12841.4

(inilah.com /Agus Priatna)
INILAH.COM, Jakarta - Penggalangan dukungan terhadap digunakannya Hak Angket kasus Bank Century, akan mengalami kesulitan justru di partai. Ada upaya perontokan melalui wakil partai di parlemen.
Hal ini diungkapkan oleh pengamat politik, Ray Rangkuti. Menurutnya, dukungan terhadap hak angket kasus Bank Century sebelumnya sudah berhasil mengumpulkan 142 tanda tangan anggota dewan.
Tapi, pelan-pelan dukungan mulai berkurang. Salah satunya setelah anggota Fraksi PPP telah menarik dukungannya.
Menurut Ray Rangkuti, persoalan yang menghadang penggalangan dukungan hak angket DPR terhadap kasus Bank Century bukan pada individu para pendukung gerakan itu. ''Tapi terletak pada kebijakan partai,” katanya, Jumat (13/11)
Mungkin, individu anggota dewan bisa tetap konsisten mendukung Hak Angket. Tapi kebijakan partai berbicara lain.
Ray menambahkan, fenomena ini akan berpengaruh pada partai lainnya, seperti Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan Sejahtera.
''Jika PPP sudah menarik dukungannya, kemungkinan partai-partai lain akan urung mendukung atau mencabut dukungannya,'' katanya.
Penggalangan dukungan untuk Hak Angket Bank Century adalah ujian pertama untuk beberapa partai politik anggota koalisi pendukung pasangan Presiden SBY dan Wapres Boediono. Dan, gerakan ini akan berpotensi membentuk polarisasi baru peta kekuatan politik di parlemen.[ali/ims]
- Kwik: Ragukan Data BPK, Parpol Dapat Tekanan
- Cetak Pemimpin Muda, HIPMI Gandeng Lemhanas
- AEPI, Lonceng Keruntuhan Mafia Berkeley
- Sukardi: Pansus Century Hanya Alat Tawar
- Dilupakan PAN, SB Getol Digilir Parpol
- Prabowo Pecat Desmon Jadi Sekretaris F Gerindra
- Posisi Politik Boediono-Sri Mulyani Sulit Selamat
- Lantik Pengurus Baru, PAN Lupakan SB
- Golkar: Kami Bisa Disambit!
- Deklarasi AEPI, Akademisi Tantang Neoliberalisme
- Golkar-PPP Sepakat Tak Panggil SBY
- Partai Golkar Jadi Kunci Politik dan Diuji
- Pansus Century Diminta Jangan Lupakan Sanksi
- Ancaman Reshuffle, Demokrat Salah Komunikasi
- Korban Pemukulan STIP Lulus 2009












