

(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta- Lebih dari 100 tahun lalu, ledakan misterius menghancurkan 80 juta pohon di hutan Rusia. Peneliti mengatakan telah memecahkan misteri yang juga disebut sebagai peristiwa Tunguska itu.
Peneliti menemukan bukti bahwa komet sebagai penyebab ledakan, dan bukan meteor seperti yang selama ini diperkirakan. Seperti dilaporkan oleh BBC, peneliti merujuk pada awan yang terbentuk ribuan mil di atas bumi untuk menjelaskan teori itu.
Ilmuwan mengatakan awan noctilucent yang formasinya mirip dengan yang muncul setelah peristiwa Tunguska, mencapai kutub karena pemanasan air berubah menjadi dua dimensi dan bukan tiga dimensi.
Fenomena ini, menurut pakar bisa terjadi bila ada sesuatu semacam medan magnet yang menekan uap air dan membuatnya bergerak sangat cepat.
Peneliti memberi catatan, hal itu juga terjadi saat pesawat Discovery dan Endeavour diluncurkan pada 1997 dan 2003. Peluncuran itu menghasilkan berton-ton air di atmosfer.
Semua itu menurut ilmuwan menunjukkan komet yang mengandung es menurunkan air dan membubarkan mantel esnya, sama seperti saat musnahnya 830 mil persegi hutan pada 1908.
"Itu hal yang benar-benar baru. Itu seperti membuka lagi misteri pembunuhan 100 tahun lalu," kata Michael Kelley dari Cornell University.
Peristiwa Tunguska itu menimbulkan debat, dan hingga 100 tahun, belum jelas apakah disebabkan oleh komet, asteroid atau meteor. Yang diketahui, saat peristiwa itu terjadi langit berwarna terang saat malam hari terlihat di beberapa tempat terutama di Inggris. [ito]
- Fosil Amfibi Kuno Diberi Nama FedEx
- Ditemukan, Istana Khalifah Bani Umayyah
- Mengapa Ular Bisa Melihat di Malam Hari?
- Ditemukan Ibu Segala Jenis Kulit
- Awan Aneh Menggantung di Wenatchee
- Manusia Tak Punya Tuhan Lebih Jenius?
- Kiamat Bumi Bakal Seperti Apa?
- 8 Fakta Menyangkut Gempa Bumi
- Terpecahkan, Misteri Ayam Setengah Jantan
- Peneliti Temukan Otak Manusia Makin Menciut
- Mengapa Ledakan Chernobyl Terburuk dalam Sejarah?
- Ada Komet yang Akan Bunuh Diri
- Kamera Simpan Misteri Eksplorasi Terbesar
- Tren Seismik Picu Lebih Banyak Gempa Besar
- Badai Matahari 2012 Bukan Penyebab Kiamat
Kurs BI :












