

(Inilah.com /Wirasatria)
Kamis,(28/01) Jakarta diguncang aksi demo yang dilakukan oleh segelintir orang (jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Jakarta).
Inikah buah dari dari sebuah proses Reformasi? Apakah harus dengan cara melakukan aksi demo untuk mengemukakan pendapat ? Buat apa kita punya perwakilan kita di DPR ?
Kalo saya amati dan membaca berita dari media cetak maupun melihat berita di media visual, jelas bahwa demo yang terjadi hari ini terdiri dari beberapa elemen, ada dari kalangan Mahasiswa, dari Kalangan gerakan pemuda sebuah partai, LSM-LSM dan lain sebagainya.
Sungguh sangat disayangkan bahwa demokrasi yang berkembang di negara kita tidak sejalan dengan pemahaman demokrasi itu sendiri.
Sungguh sesuatu yang naif bahwa di alam demokrasi ini kegiatan aksi demo masih merupakan cara menyampaikan pendapat ?, Lalu untuk apa wakil rakyat yang terpilih melalui mekanisme pemilihan langsung ?
Harusnya kita lebih banyak untuk belajar DEMOKRASI yang benar, belajar mengemukakan pendapat secara lebih elegan, lebih banyak memanfaatkan wakil kita di DPR sehingga mereka memang pantas digaji besar dan lebih bersikap obyektif di dalam memandang suatu hal.
Jangan sampai bahwa kita hanya ikut-ikutan melakukan aksi demo tanpa mengerti apa sebenarnya permasalahan yang akan diaspirasikan apalagi kalau hanya sekedar ikut karena negosiasi "proyek" didalamnya.
Kita memang perlu dan memang sangat perlu mengkritisi pemerintah akan tetapi tidak dengan selalu turun dijalan melakukan orasi tanpa memperhatikan hak orang lain terhadap fasilitas umum.
Harusnya Mahasiswa yang merupakan calon intelektual dimasa datang lebih menitik beratkan kepada penyampaian aspirasi dengan cara yang lebih baik. Jangan sampai stempel yang melekat di masyarakat bahwa mahasisa itu “TUKANG DEMO”. Carilah cara penyampaian aspirasi yang lebih baik.
Untuk rekan-rekan dari kalangan LSM, hendaknya juga menyampaikan aspirasi yang lebih elegan agar tentunya masyarakat akan lebih memandang positif keberadaan LSM, suatu perkumpulan Barisan Pemuda, sebagai lembaga atau perkumpulan yang bonafide dan lebih mengutamakan akal sehat dari pada tenaga untuk turun ke jalan.
Poppy Zahari Hutagalung(poppy_zahari2000@yahoo.com)
Jl. Manikam Hilir II No. 18, Lampung
- Batasan Kinerja Dosen Akan Tenggelamkan Dunia Pendidikan Kita
- Suburnya Budaya Hiruk Pikuk dan Bergerombol Demi Status Quo
- Teror Oh Teror
- Mengapa Harus Menolak Obama?
- Siapa Sebenarnya Teroris di Aceh
- Royal Rumble: Century Vs HMI Vs Densus 88 & Dulmatin
- Adil, Kenaikan Tarif Listrik untuk Pelanggan Kelas Atas
- Aksi Densus 88 Kalahkan Pamor Aksi Mahasiswa
- Cinta Vs China
- Waspadai, Kembalinya Kegiatan Teroris di Indonesia
- Aksi Mahasiswa (rusuh) Musuh Masyarakat
- HMI Makassar Hendaknya Mawas Diri
- Demo Anarkhis Kok Dibiarkan
- Pengamat Berpihak Pada Penguasa
- Sikap Anggota Dewan Miskin Etika
Kurs BI :












