
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 US Dollar = Rp.9125
INILAH.COM, Singapura - Bakrie Group sedang bernegosiasi untuk melepas sahamnya sebesar 35% di perusahaan tambang batubara Bumi Resources (BUMI).
Langkah itu dilakukan menyusul anjloknya harga saham BUMI yang dipicu tindakan margin call oleh banknya, demikian laporan Strait Times, Sabtu (11/10).
Bakrie Group yang dikuasai keluarga Menko Kesra Aburizal Bakrie, telah menjanjikan sebagian Bumi Resources dan dua perusahaan lainnya sebagai jaminan pinjamannya yang mencapai sekitar US$ 1 miliar.
"Keluarga itu harus menambah pembayaran US$ 500 juta pada 14 Oktober sebagai akibat dari penurunan harga saham-sahamnya," kata sebuah sumber di Jakarta.
Disebutkan bahwa Bakrie berutang pada konsorsium bank nasional Indonesia dan asing.
Menurut sumber bank yang tidak mau disebutkan namanya, media itu mengungkapkan Bakrie telah bernegosiasi dengan beberapa kelompok bisnis dan para taipan, termasuk Tommy Winata dan Putera Sampoerna, juga perusahaan investasi AS Avenue Capital.
Namun, prosesnya menjadi rumit dengan adanya penutupan Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Jumat sebagai upaya mencegah dampak penurunan pasar saham global.
BEI juga telah menghentikan perdagangan saham enam perusahaan Bakrie pada Selasa, termasuk Bumi Resources dan Bakrie & Brothers.
Saat itu Bumi Resources memiliki nilai kapitalisasi pasar sekitar US$ 4,4 miliar.
Otoritas Bursa menghentikan perdagangan semua saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai Rabu siang (8/10), dan diharapkan dibuka kembali Senin pekan depan (13/10).
Bakrie & Brothers mengatakan pada Rabu, tidak ada penjualan saham anak perusahaan yang dipaksakan (force selling), meski dijadikan jaminan dan masih menguasai saham-saham itu.
Eksekutif Senior Bakrie, Dileep Srivasta mengatakan kepada Strait Times bahwa kelompok usahanya tidak gagal dalam utangnya.
Ia juga mengatakan, dirinya tidak mengetahui tujuan kelompok usahanya untuk menjual Bumi Resources.
Saham Bakrie dan BUMI telah merosot nilainya sekitar 50% pada bulan lalu akibat kekhawatiran resesi global.[*L2]
- Saham Unggulan Berbalik Arah, IHSG Rebound
- Agen Tuntut Pembubaran BPA, Komisaris dan Direksi Bumiputera
- Gajah Tunggal Bukukan Laba Bersih Rp905,33 M
- Menaksir Saham BBNI Usai ‘Right Issue’
- FREN Upayakan Restrukturisasi Utang
- Usai Terseok, Sesi I IHSG Naik 17,57 Poin
- 'Profit Taking', Investor Buru Saham 'Second Liner'
- Rencanakan Rights Issue, Cermati DOID
- Hari Ini, Obligasi ASDF XI Resmi Melantai
- Laba EXCL Untuk Kembangkan Usaha
- Berharap Aksi Lanjutan MPPA
- Akhir Pekan, IHSG Dibuka Turun 0,86 Poin ke 2.736,38
- BUMI Menguat Perlahan, Campur Tangan Pengendali?
- Danareksa: 'Outlook' AALI Masih Cerah
- IHSG Hari Ini Diuji di Kisaran 2.700-2.779












